Puisi Tentang Kasih Sayang Keluarga

Puisi Tentang Kasih Sayang Keluarga

Source : lenteramata.com

 

POHON KELUARGA 
(: Marga Tjan)

Setelah lama terpisah
oleh kesedihan dan kegembiraan masing-masing
sehabis lebaran di lereng lawu
kami bertemu
ada yang datang sendiri,
bersama teman,
calon pacar
atau anak dan istri

mengeluhkan musim kering yang memanjang
jurang yang semakin lebar
dan kesibukan yang cepat mendatangkan penat
serta pohon keluarga yang kian rimbun dan tua
namun lama tak pernah berbuah.
Ada yang terbata-bata, kadang berurai air mata
sesekali dengan gelak tawa
ranting dan cabang berserakan itu
saling mengaku.

 

Masing-masing menyimpan rasa bersalah
juga cinta yang tegang dan tak terpahami
kami menjadi alpa dan asing dengan warna daun sendiri.
Dari sejarah yang berawal dari nama Tjan
kami mulai menyusun
bentangan kawat
telegram
kartu pos dan foto-foto lama
garis-garis silang, saling untai
dan terus menjulur ke balik riwayat.

Kami berlomba dengan jam
kami harus terus melangkah
membawa biji dan serbuk sari
sebelum jejak memburam
di tanah yang sulit menerima kami tumbuh
seperti pohon-pohon lainnya.

 

KELUARGA TERCINTA 

Kala yang selalu dinantikan,
Suasana bersua dengan keluarga tercinta.
Mencurahkan segala perasaan yang terpendam,
Di liburan panjang yang lama kan berulang.

Saat-saat melepas rasa rindu,
Lama terbendung hingga menjadi candu.
Bersenda gurau,  meruahkan sendu,
Hingga pilu yang kadang mengganggu.

Sebuah kebersamaan yang elok,
sanak saudara, ayahanda dan bunda.
Rumpun keluarga yang berhimpun,
Akan selalu terkenang kapan pun.

Laksana bianglala yang melekat, terbentang di atas cakrawala.

Bak nirwana nan indah menawan, Walau memang hanya dalam semesta yang fana.

 

 

 

KELUARGAKU

Indahnya sebuah keluarga
Yang di isi dengan penuh kasih sayang
Kasih sayang yang tulus
Yang selalu kau berikan
Kerukunan
Kebersamaan
Saling mengingati
Dan saling berbagi
Itulah yang diterapkan dalam keluargaku

 

Keluargaku…
Kaulah penyemangatku
Kaulah senyumku
Dan kaulah pelita dalam gelapku

 

Keluargaku…
Karenamu lah aku tumbuh
Karenamu lah aku dapat percaya
Bahwa keluarga adalah harta
Yang tak ternilai harganya