Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

46++ Puisi Tentang Alam dan Lingkungan #1

46++ Puisi Tentang Alam dan Lingkungan #1

Source : rimbakita.com


Senja Yang Indah

Keemasan cahaya di cakrawala

Di ufuk barat saat hari mulai senja

Terbelalak mata saat memandangnya

Keindahan dari sang maha pencipta


Sang surya bersiap untuk tenggelam

Menjemput mesra ketenangan malam

Meneguk cahaya dalam-dalam

Menyempurnakan keindahan malam


Lembayung indah tampak kekuningan

Gradasi warna bagaikan lukisan

Di sudut langit yang tipis berawan

Hiasan terbesar sepanjang zaman


Sang Bulan Mengusap Lukaku

Senyuman manis sang bulan menyapaku

Begitu indah mekarkan suasana hatiku

Sejenak kuterdiam termangu

Memandang indahnya yang tak pernah jemu


Sinarmu terpancar mengusir gelap

Menembus malam hadirkan terang

Kunikmati cahayamu hangatkan malamku

Bahagiakan rongga hati ini yang tersinari


Bulan, belailah jiwaku ini

Yang begitu tegang menjalani hari

Usaplah sesaknya asmara di dada ini

Keringkanlah luka menganga dihati ini



 

Bulan, memandangmu membuatku mengerti

Bahwa keindahan tak harus selalu didekati

Bahwa keindahan tak harus selalu dimiliki

Namun hanya untuk sekedar di pandang dan dikagumi


Senja, Keindahan Yang Tidak Terganti

Siang mulai berganti

Warna langit pun berubah menjadi jingga

Burung-burung silih berganti terbang di tengah warna jingga yang kian melebur di langit sana

Siapa saja yang melihatnya, akan takjub dibuatnya

Waktu terus berlari

Warna jingga pun terkikis secara perlahan


Potongan Surga Nusantara

Masih dalam renungan pagi

Saat burung berkata merdu

Menyanyi kicau sendu

Tentang alam hari ini


Disana terhampar potongan surga

Terlukis dalam ranah keindahan

Langit selaksa biru nan indah

Awan berarak mengikuti sang angin


Padi menunduk dalam kebersahajaan

Terhampar diatas permadani kuning alam pesawahan

Gunung terlihat gagah menjulang penuh digdaya

Pepohonan hijau berbaris menanti sang matahari


Inilah Indonesiaku, potongan surga yang Tuhan kirimkan kepada rakyat kita

Inilah Indonesiaku, keindahan lukisan Tuhan yang tergores di kanvas negeriku

Inilah Indonesiaku, hamparan keindahan yang menghias tanah airku

Inilah Indonesiaku, tanah kebanggaan hingga maut mengakhiri perpisahan


Awan

Bertebaran di angkasa

Putih, kelabu, dan hitam

Warna -warna menawan

Bergelombang mengombak-ombak


Tebal dan sangat indah

Bahkan sang bagaskara tak terlihat

Pelangi terlihat tak penuh

Karena sang selimut menutupinya


Jauh disana

Menyelimuti jagat raya

Tebal tipis

Beredar dimana-mana


Indah bukan buatan

Ingin rasanya memeluknya

Lembut dan menawan

Indah tak terperikan


Sawah

Sawah di bawah emas padu

Padi melambai, melalai terlukai

Naik suara salung serunai

Sejuk di dengar, mendamaikan kalbu


Sungai bersinar, menyilaukan mata

Menyamburkan buih warna pelangi

Anak mandi bersuka hati

Berkejar-kejaran berseru gempita



 

Langit lazuardi bersih sungguh

Burung elang melayang-layang

Sebatang kara dalam udara

Desik berdesik daun buluh

Di buai angin dengan sayang

Ayam berkokok sayup udara


Lukaku Diusap Sang Bulan

Aku melihat senyuman manis sang bulan seakan-akan menyapaku

Senyumannya terlihat sangat indah membuat hatiku serasa mekar


Aku pun terdiam

Memandang indah sang bulan yang tidak pernah jemu

Sinarnya seakan-akan mengusir gelap malam ini


Kunikmati cahayanya menghangatkan tubuh dan malamku

Serta hati ini terasa bahagia karena ia menyinari malam ini


Bulan, kenapa kau memandangku seperti itu?

Membuatku tidak mengerti dibuatnya


Bahwa setiap keindahan tidak harus senantiasa didekati

Bahwa keindahan tidak harus senantiasa dimiliki

Namun hanya sekedar untuk dipandang dan dikagumi dari kejauhan



 

Kemana Perginya Alam Lestari

Dulu sering ku lihat hamparan hijau sawah beratapkan langit biru

Kiri kanan sawah, tengahnya sungai

Di antara gunung matahari terbit malu-malu


Namun sekarang kemana?

Lapisan tanah becek berwarna coklat setiap habis hujan

Kini tanahku berwarna abu

Lama kucari tanah becekku


Tapi kenapa sekarang tak nampak?

Cemara kehidupan tinggi menjulang

Menjadi rumah bagi banyak hewan buatan Tuhan


Sekarang cemaranya tidak berwarna hijau dan teduh

Tetap tinggi tapi banyak jendela, banyak lampu

Mengapa bisa begitu?


Sering banjir, sering longsor

Di barat ada asap bikin marah tetangga

Padahal dahulu tidak begitu

Ibu pertiwi cuma tersedu tapi tidak malu


Sayang sekali ibu pertiwi kini tidak hanya sedih

Menanggung pilu sambil tertatih

Anak-anaknya nakal semua

Biar dimarahi tapi tak pernah jera



Pantai

Ditepi pantai kupejamkan mata

Lelah tak tau harus berbuat apa

Tergeletak dihamparan pasir

Dihiasi dengan ribuan sampah


Dari Bentangan Langit

Dari bentangan langit yang semuIa

Kemarau itu datang kepadamu

Tumbuh perlahan

Berhembus amat panjang

Menyapu lautan


Mengekal tanah berbongkahan menyapu hutan!

Mengekal tanah berbongkahan! Datang kepadamu

Ia, kemarau itu dari Tuhan, yang senantiasa diam dari tangan-Nya.

Dari tangan yang dingin dan tak menyapa yang senyap.

Yang tak menoleh barang sekejap.



Keindahan Alam Indonesia

Saat aku membuka mataku

Ku tak percaya bahwa itu nyata

Aku masih berpikir bahwa aku masih bermimpi

Tetapi aku sadar bahwa keindahan itu benar-benar ada di depanku


Sungguh indah kepulauan ini

Ribuan pulau-pulau berjajar

Membentuk gugusan pulau yang indah

Gunung-gunung berbaris dari ujung barat ke ujung timur


Samudra luas membentang dengan air yang biru

Dan berisi keindahan di bawahnya

Aku bangga menjadi anak Indonesia

Aku berjanji aku akan menjagamu


 

Tempat Berpijak

Mataku terbuka

Dengan alam manja menyapa

Tumbuhan subur

Memberi kenyamanan jiwa

Pohon pohon berseri


Di sudut pulau

Di seberang sana

Hewan dan tumbuhan saling bercengkrama

Rotasi perputaran hidup yang damai

Senang

Lepas dan damai



Tanah Airku

Angin berdesir dipantai

Burung berkicau dengan merdu

Embun pagi membasahi rumput-rumput

Itulah tanah airku


Sawahnya menghijau

Gunungnya tinggi menjulang

Rakyat aman dan makmur


Indonesiaku

Tanah tumpah darahku

Jaga dan rawatlah selalu


Disanalah aku dilahirkan dan dibesarkan

Disanalah aku menutup mata

Oh, tanah airku tercinta

Indonesia Jaya



 

Permainya Desaku

Sawah mulai menguning

Mentari menyambut datangnya pagi

Ayam berkokok bersahutan

Petani bersiap hendak ke sawah


Padi yang hijau siap untuk dipanen

Petani bersuka ria beramai–ramai memotong padi

Gemercik air sungai begitu beningnya

Bagaikan zamrud khatulistiwa


Itulah alam desaku yang permai


Bulan dan Matahari

Siang, sering mengingatkan aku kepada matahari

Manakala malam, sering mengingatkan aku kepada bulan

Keduanya saling melengkapi siang dan malam


Matahari tidak pernah lelah, membiaskan cahayanya di kala siang

Manakala bulan tidak pernah lupa, menerangi malam malam ku


Percaturan alam tidak pernah silap, bulan dan matahari



Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti, jasadku tak akan ada lagi

Tapi dalam bait-bait sajak ini, kau tak akan kurelakan sendiri


Pada suatu hari nanti, suaraku tak terdengar lagi

Tapi di antara larik-larik sajak ini, Kau akan tetap kusiasati


Pada suatu hari nanti, impianku pun tak dikenal lagi

Namun di sela-sela huruf sajak ini, kau tak akan letih-letihnya kucari


Namaku Alam

Perkenalkan, namaku adalah alam

Aku adalah tempat tinggal bagi flora dan fauna

Dimana bagi hewan-hewan aku adalah rumah mereka

Tempat mereka bertumbuh, berkembang biak, dan mencari makan

Melakukan semua aktivitas kehidupan alam


Bukan hanya hewan, tumbuhan pun merasakan hal yang sama

Bagiku, tumbuhan adalah perhiasanku

Dan hewan, adalah peliharaanku


Aku juga slalu memberi kesejukan bagi penduduk bumi

Aku memberikan oksigen bagi manusia

Aku juga memberikan sumber daya bagi mereka

Memberikan mereka energi, kekuatan, perhiasan

Dan segalanya yang mereka butuhkan


Semua itu adalah pada saat bumi masih dalam keadaan stabil

Ketika bumi tidak dipenuhi orang orang serakah

Menggunakan sumber dayaku sesuai kebuhannya saja


Tapi kini…

Manusia hanya memikirkan kepentingannya sendiri

Mereka tak pernah memikirkan aku

Mereka slalu ingin lebih atas apa yg telah diberi oleh-Nya


Ketamakan, kerakusan, pemborosan

Telah membawaku kepada kerusakan

Lihat apa yang telah mereka perbuat padaku

Setelah apa yang aku berikan pada mereka


Mereka membalasnya dengan merusakku

Menebang pohon pohonku

Memberikan polusi padaku

Memburu hewan hewanku

Dan merusak ozonku dengan zat zat yang dulu tak pernah ada di bumi ini


Sungguh perih hati ini rasanya

Apakah tak ada kesadaran sedikit pun dihati mereka?

Apakah tak ada rasa iba mereka atas rusaknya diriku?

Sungguh, sungguh, dan sungguh sangat miris hati ini


 

Indonesiaku

Indonesia pesona negeri nan indah

Cantiknya negeri membuat dunia terpesona

Ragam budaya, ragam musik, ragam tarian dan bahasa

Penuh mengisi indahnya nusantara


Hutan yang asri, gunung yang hijau, lautan yang biru, dan semua kekayaan alamnya tetap terjaga dan lestari

Negeri dengan sejuta simponi, betapa indahnya negri ini

Indonesa

Indahnya Indonesia


Indonesiaku Hijau

Secercah harapan kunanti

Melihat Indonesiaku hijau

Kapan dan kapania semakin tua


Oh, Indonesia

Kulihat engkau memutih

Tergerai dentuman industri

Engkau semakin redup


Oh, Indonesia

Kapan aku menatapmu hijau

Dengan semburat angin sepoi

Kuingin habiskan sisa hidupku

Tuk melihatmu tersenyum


Alam Dilembah Semesta

Angin dingin kelam berderik

Kabut putih menghapus mentari

Tegak cahyanya menusuk citra

Pahatan Gunung memecah langit

Berselimut awan beralas zamrud


Tinggi… Tajam…

Sejak waktu tidak beranjak

Di sanalah sanubari berdetak

Sunyi sepi tak beriak


Cermin ilusi di atas danau

Menikung pohon yang melambai warna

Di celah kaki-kaki menjejak karya-Nya


Di manakah aku berada?

Di mana jiwa tak mengingat rumah

Di saat hidup serasa sempurna


Sungguh jelita permadani ini

Terbarkan pesona di atas cakrawala

Tak berujung di pandang lamanya

Serasa bertualang di negeri tak bertuan alam


Inilah Tanah Airku

Di tepi pantai angin berdesir

Kicauan merdu suara burung terdengar saling bersahutan

Rumput-rumput dibasahi oleh embun pagi

Inilah tanah airku


Hijaunya hamparan sawah

Tingginya gunung yang menjulang

Serta rakyatnya yang aman dan makmur

Inilah tanah airku


Jagalah dan rawatlah ia selalu

Karena di sana lah aku dilahirkan serta dibesarkan

Dan di sana pula lah aku akan menutup mata

Oh tanah airku, itulah Indonesia

Posting Komentar untuk "46++ Puisi Tentang Alam dan Lingkungan #1"