Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

54 Puisi Rindu Kekasih, Sahabat, Mantan, Pacar, Ayah, Ibu #3

54 Puisi Rindu Kekasih, Sahabat, Mantan, Pacar, Ayah, Ibu #3

Source : kozio.com

 

Puisi Rindu Penuh Makna

 

Rindu

Puisi Rindu Karya Aulia Dewi

Resah basahi kalbuku
Hiasa relung dengan penuh gelap.
Namamu masih ada disini.
Ragamu yang telah jauh.

Tinggalkanku bersama segala duka.
Hanya kenangan selalu disini.
Luka yang kian menyayat hatu.
Buatku semakin rapuh.

Malam gelap menanti.
Ku syairkan perasaan
Kerinduan ini selalu ada untukmu.
Permata.

Kembalikan padaku
Bintang
Sampaikan salam untuknya.

Katakanlah,
Bahwa aku sangat menyayanginya.

***

Malam Seorang Muda

Seorang muda menatap ufuk timur langit senja
Mendengar lagu haru tentang cinta
Dirinya merindu kekasih yang jauh

Untuk dicapai langkah kakinya yang berpeluh
Seorang muda menemui malam sunyi
Bulan penuh rona merah adalah teman setia
Bukanlah kegilaan yang merasuk jiwanya

Ia hanya tak mampu menahan rindu pada kasihnya
Seorang muda melangkah di bawah langit kelam
Merenungi malam kosong tanpa riuh
Jiwanya mengesah menahan keluh

Hatinya tak dapat menghalau rindu yang membetah

Puisi Rindu Anonim

***

Rindu yang membentang

Puisi Rindu Karya Anonym

Rindu ialah rentang
Mencipta jarak yang terbentang
Sebuah jarak yang tak bisa kau ukur
Rasa pilu yang ingin kau kubur
Diantara ruang taman hati
Dalam semesta fikirmu
Melempar rasa gelisah dan resah
Saat jarak membentang waktu

Bersama bayangmu
Dalam sepihnya waktu,tak jedah ku sulam rindu
Tiap senyum lentikmu,melekat erat di benak sunyiku
Mengantarku ketepi telaga rindu

Rindu ini adalah jeda
Saat dimana kita tak saling jumpa
Saat kesetiaan mulai di uji
Bersama godaan yang datang menyapa
Mencoba runtuhkan keteguhan hati
Walau terkadang hadir rasa ingin mendua
Masih ku coba tuk setia

Bersama potretmu
Yang terekam,yang mendekam dan terdiam di ujung celah hatiku
Karna aku percaya
Penantian ini akan indah pada waktunya

  Puisi Persahabatan

***

Doa Untuk Hatimu

Meski kini kabut bertabur dingin malam,
Meski senja sudah bersembunyi dibalik cakrawala
Suara bisu kolong langit membisikkan kata
Yang hanya dimengerti oleh lara hati.

Tapi izinkan sanubari ini mengucapkan sebait doa
Dari jurang hatiku yang tak dapat dilihat,
Untukmu yang memberi cinta pada jiwaku,
“Semoga hatimu secerah pelangi yang selalu ditunggu

***

Datang lalu menghilang

Semua rasa masih sama seperti dulu.
Lengkungan rindu masih menjadi pelangi yang mewarnai hatiku.
Hanya satu,selalu dirimu yang kupinta.
Namamu yang ku eja dalam balutan doa.

Seulas senyummu masih kucari direbah mentari senja.
Mengharapkanmu hadir walau hanya sekejap mata.
Tuk obati rindu yang ada.
Tuk sembuhkan perih dari hati yang terus merintih.

Namun hanya bayanganmu yang berkali-kali datang lalu menghilang.
Pada akhirnya,
Rinduku untukmu tak tersampaikan.
Rasaku tak ter’uraikan.

Tak ada lagi yang mampu ku tulis.
Semua cerita telah habis dan terkikis.
Dalam diary kecilku telah penuh dengan kenangan.
Goresan rindu yang tak tersampaikan.

***

Ini Cinta Untukmu

Kasih,aku ingin merayu
tapi layu
aku ingin bicara tapi ragu
apakah kau suka aku rayu ?…

Sinar matamu itu membelah hatiku
ku berikan setengahnya untuk mu
manis wajah mu,,,
ku berikan pula senyum ku untuk mu
malam ini jadi indah karna ada dirimu
kita duduk bersanding penuh mimpi

hati yang pernah terluka ini terlupai
kasih,terima kasih
jangan kembalikan setengah hati ini
jangan pula kau sakiti
kalimat cinta telah ku rangkai
berbingkai asmara yang mengintai
ku persembahkan cinta ini dari panantian,
kerinduan alam imaginasi

***

Tanpa jejak

Kepada angin segenggam rindu kutitipkan.
Mampukah ia mendengar bisikannya.
Adakah ia mampu merasakan kehadirannya.
Rindu yang kujaga bagaikan mutiara.

Saat angin senja telah terpejam.
Mengurung rona jingga hingga menghitam.
Dapatkah ia temukan setitik rasa digulitanya malam.
Masihkah aku ada dalam mimpinya.

Hati terasa lemah tanpa hadirnya.
Kakiku terasa lelah menyusuri jejak langkahnya.
Persimpangan hatinya menghambat lajunya cahaya.
Membuat aksara rinduku kian tak terbaca.

Semuanya tak lagi bisa ku pahami.
Dengan teka-teki rindu ini.
Semuanya masih melekat dalam ingatan.
Namun yang kudapati hanya kenangan.

Rasa rinduku tak kunjung berajak.
Aku telah kehilanganmu tanpa jejak.

***

Posting Komentar untuk "54 Puisi Rindu Kekasih, Sahabat, Mantan, Pacar, Ayah, Ibu #3"