54 Puisi Rindu Kekasih, Sahabat, Mantan, Pacar, Ayah, Ibu #5

54 Puisi Rindu Kekasih, Sahabat, Mantan, Pacar, Ayah, Ibu #5

Source : kozio.com

 

Puisi Rindu Ayah

 

Ayah Selalu Ada Di Hatiku

Puisi rindu ayah karya Rayhandi

Ayah
Engkau dan aku terpisah teramat jauh
Tiada cara untuk bertemu denganmu
Karena di kau sudah ada di sana di surga.

Ayah
Engkau terlalu jauh untukku jangkau
Lebih jauh dari ribuan bintang malam di angkasa
Teramat sangat jauh.

Ayah
Kutulis puisi ini karena daku teramat merindukanmu
Hatiku menjerit tersiksa lantaran rindu ini
Puisi ini kutulis dan kuselip sepotong rindu untukmu ayah.

Ayah
Rindukah engkau akan aku?
Inginkah kau bertemu denganku anakmu ini?
Kumohon datanglah dalam mayaku.

Ayah
Meski jarak terhalang raib
Kau tetap bisa kulihat dan kusentuh
Karena kau ada di sini
Tepat di hatiku.

  Puisi Kehidupan

***

Rindu Ayah

Ayah..
Lirih rinduku bergejolak menepi pada malam yg sunyi..
Semilir angin membelaiku di saat tangis menerpaku…
Pedih perih rindu ini seolah tiada henti..
Bayangmu membuatku lemah untuk berdiri..
Aku tak tahan menahan pedihnya hidup..
Aku tak mampu bangkit jiwaku selalu terpuruk..

Ayah..
Melodi ku mesra tangis menggema ketika penaku menulis namamu..
Tangis menjadi bumbu dalam syairku..
Aku tak kuasa saat ku catat majas tentang kerinduanku..
Rasanya sakit perih karna tangisku tak pernah ada jawabnya..
Luka memang kurasakan..
Namun penaku tak pernah berhenti mencatat syair tentangmu..
Aku hanya mampu mengungkap rindu melalui batang puisiku..
Diamku adalah tangisku..
Senyumku adalah sedihku..
Puisiku adalah rinduku..
I miss you father

***

Nisan Ayah

Ayah..
Semerbak harum indah ku bawa serangkai bunga…..
Aku bertamu mengunjungi nisanmu..
Lukisan nisan ini tertulis namamu..
Tanda bahwa satu jiwa pernah hidup di dunia…

Ayah..
Aku datang seorang diri..
Ingin berkeluh kesah tentang jiwa yg lara ini..
Biarlah aku bercerita di depan nisanmu…
Aku ingin bercerita semua tentang hidupku…

Ayah..
Jika kau mendengarku..
Lihatlah anakmu yg dulu mungil dan kecil..
Kini telah menjadi remaja yg rupawan….
Lihatlah aku ayah…
Lihatlah aku..
Aku tumbuh dengan wajah seperti engkau….
Darahmu mengalir dalam jiwaku..

ayah..
Senjamu tak akan pernah redup..
Sebab kasihmu akan terkenang hingga akhir hayat.

Ayah..
Tenanglah engkau disana…
Aku berjanji akan menjadi remaja seperti yg kau pinta

***

Ayah Segalanya Untukku

Ayah..
Beribu kata telah kau ucapkan..
Beribu cinta tlah kau berikan ..
Beribu kasih telah kau curahkan..
Hanya untuk anak mu..

Ayah..
Kau ajarkan ku tentang kebaikan..
Kau tunjukan ku tentang arti cinta..
Kau jelaskan ku tentang makna kehidupan..
Dan kau mendidik ku dengan sungguh kasih sayang..

Ayah..
Betapa mulianya hati mu..
Kau korbankan segalanya demi anak mu..
Kau banting tulang hanya untuk anak mu..

Kini ku berjanji untuk semua kerja keras mu..
Ku berjanji untuk semua kasih sayang mu..
Dan ku berjanji untuk ketulusan hati mu..
Bahwa aku akan selalu menjaga mu..
Aku akan selalu menyayangi mu hingga akhir hiup ku..

Terima kasih ayah untuk semua kasih sayang mu..

***

Sayang Ayah

Ayah..
Kau adalah orang yang selalu
Berkorban untuk anak-anak
dan istri tercintamu

Ayah..
Kau selalu ada ketika kami
membutuhkan mu baik materi
maupun tenaga mu

Ayah..
Kau adalah sosok pemimpin
yang menjadi panutan dalam hidupku

Ayah..
Setiap hari kau peras keringat mu
hanya untuk aku dan ibu

Ayah..
Aku sebagau anak hanya bisa
berdo’a semoga allah selalu
melindungimu

Ayah..
Aku selalu berdoa agar
setiap langkahmu di mudahkan
oleh sang pencipta

Ayah..
Hanya do’a dan rasa bangga
yang bisa ku berikan padamu

lewat prestasi di sekolahku
semoga dengan itu bisa menghapus rasa lelahmu.

Ayah..
Rasa sayangku padamu tak bisa
diungkapkan dengan kata-kata

Aku sayang kamu ayah.

***

Merindumu Ayah

Puisi ayah oleh Vikry

Ayah …
Mengapa kisah kita terpenggal?
Mengapa kasihmu tak kekal?
Kumerindu senja bersama
Bertiga dengan ibunda

Ayah …
Luapan ego mengguncangmu
Uap nafsu menguras jiwamu
Lirikan rayu si gadis jalang
Buah hati pun kau buang

Ayah …
Jiwa ini jarang terjamah belaianmu
Rasa ini tak terdekap pelukanmu
Kau pergi memeluk buah nafsu
Sejenak kami dilupakanmu

Ayah …
Walau tanpamu aku hidup
Kubuang ragu tak sanggup
Berjalan meski terpincang
Tetap syukurku terbentang

Ayah …
Kini dewasa sudah ananda
Berkatmu hadirku di dunia
Dimensi telah memisahkan kita
Walau tak untuk selamanya

***