Cara Membawakan Sajak & Sajak Basa Sunda

Cara Membawakan Sajak

Source : basasunda.com

Setelah kita mengetahui tentang cara menulis atau membuat sajak dalam bahasa sunda, dalam membawakan atau membaca sajak juga ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan loh! Diantaranya yaitu seperti: Lafal, intonasi (lentong) serta cara menjiwai isi sajak.

Berikut adalah tehnik yang perlu kita perhatikan saat membaca sajak, diantaranya adalah :

Perhatikan dan hayati?

1. Perhatikan dulu isi sajaknya, selanjutnya dihayati atau dipahami, baik itu maksud atau suasana dalam sajak yang akan di bawakan tersebut.

Artikulasi harus benar?

2. Artikulasi dalam membaca sajak juga harus benar, karena memiliki peran penting agar pendengar atau audiens dapat memahami dengan jelas apa yang diucapkan oleh si pembaca sajak tersebut.

Artikulasi ini meliputi intonasi atau bahasa sundanya “lentong” yakni maksudnya kita harus dapat memperhatikan tinggi rendahnya suara dalam pengucapan, pelafalan dan kefasihan dalam pengucapan, suara kita harus jelas saat pengucapan huruf-huruf vokal. Sehingga sajak akan terdengar oleh audiens.

Rima

3. Merupakan suatu cara dimana kita harus dapat mengatur tinggi atau rendahnya suara serta memberikan tekanan pada kata kata yang dianggap cocok. Seperti yang telah dijelaskan diatas, membaca puisi berbeda dengan membaca teks biasa karena puisi terikat rima dan irama sehingga dalam membaca puisi tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.

Jeda dulu, Atur nafasmu?

4. Jeda atau randegan dalam bahasa sunda artinya berhenti sejenak, jadi jangan terlu cepat dan jangan terlalu lambat. Ini bertujuan untuk mengatur Pernafasan. Jadi, pernafasan kita harus diatur agar tidak tergesa-gesa. Sehingga tidak akan mengganggu dalam pembacaan sajak nantinya.

Mana ekspresinya?

5. Ekspresi wajah harus sesuai dengan isi sajak, sajak sedih ya ekspresinya sedih, begitupun sebaliknya. Awas jangan sampai kebalik yaa? 🙁

Sajak Basa Sunda

Source : basasunda.com
“Miara Basa”

Basa sunda basa daérah urang
Ayana dipropinsi jawa barat
Sering nu nyebut basa priangan
Aya ogé nu maké di cerebon jeung banten

Saha baé kudu miara basana
Urang kudu ngarasa reueus
Nagara jadi beunghar ku budaya basana
Dina globalisasi basa sunda mageunah idéntitas bangsa
Alhamdulillah, mugia tetep manggung dipropinsina