Puisi RINDU Untuk Orang Tersayang #8

Puisi RINDU Untuk Orang Tersayang #8

Source : pantuncinta2000.blogspot.com

Cinta Tak Terungkapkan

Sebuah puisi dari generasi milineal. 
Tak semua cinta terungkapkan. Sebagiannya tersimpan. Penuh rahasia. Bahkan misteri.
Ada sebab di mana cinta dibiarkan. Seolah sebutir benih yang hilang di tengah ilalang.

Kata Kahlil Gibran, cinta tak terungkapkan, kasih tak sampai, jauh lebih indah bagi para pujangga. Karena di sanalah tumbuh gelora dalam jiwa.

1. Aku Tidak Tahu


Aku tidak tahu
Apakah aku telah jatuh cinta?

Perlahan dan sangat lembut
Diam-diam memasuki ruang rasa.



mungkinkah ini cinta,
ataukah sekedar terpesona?

ah,
aku tidak tahu.

2. Cinta Dalam Kesunyian

Rasa ini menggetarkan
Ketika diam-diam
Ada cinta
Yang sulit terungkapkan.

Dengan apakah
Aku sampaikan, gelora rasa dalam jiwa?

Apakah dengan puisi cinta,
Ataukah dengan puisi tentang rindu?


Lalu kupersembahkan padamu?

Ataukah kuberikan pada lautan,
Biar, biar cintaku hanyut
Ditelan gelombang.

Cinta ini...begitu sunyi.

Keindahan alam cinta seindah alam raya. 



3. Bukan Salahmu


Bukan salahmu.
Hanya saja aku begitu lemah
Ketika berada di sampingmu.

Tiba-tiba saja
Aku tak kuasa
Mengatur rasa cinta ini.

Begitu juga dengan rindu.
Ia keluar dari kedalaman jiwa,
Menujumu!

Kalau aku jatuh cinta,
Bukan karena salahmu.



Aku saja yang begitu lemah
Tak dapat menahan semua rasa.


4. Bukan Untukku

Namamu begitu indah,
Hingga kupuisikan dalam syair cinta.

Biarlah kutatap dirimu
Dari kejauhan. Melihatmu
Yang begitu indah. Dari senyuman hingga setiap langkahnya.

Kamu terlalu baik
Bagi diriku.

Kalau kukatakan
Rasa cinta ini, ah, betapa aku tak tahu malu.


Kau pantas
Mendapatkan pendamping
Yang juga sebaik dirimu.

Meskipun aku cinta,
Aku tahu, siapa diriku.

Moga kau bahagia.


5. Cinta Tak Terungkapkan

entah mengapa
begitu berani diriku
untuk jatuh cinta
kepadamu.

Engkau yang aduhai
Penuh kharisma dan pesona


Ya,
Tentu aku tahu
Bila kau harus memilih
Tentu kau tak mungkin memilih diriku.

Maka
Tak mengapa
Ada cinta dan rindu.
Kubiarkan menggelora
Di dalam jiwa.

Biarlah.
Jangan pernah diungkapkan.
Mungkin cinta itu
Lebih baik mati perlahan-lahan,
Terkubur bersama kelancanganku
Untuk jatuh cinta padamu.