Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi Roman Picisan Tentang Cinta

Puisi Roman Picisan Tentang Cinta

Source : udfauzi.com

“Kamu hanya tahu bahwa
Aku tidak menyukaimu
Namun kamu tidak pernah sadar
Bahwa aku mencintaimu dalam diam”

“Kalau cinta sungguh mencinta, dia tidak meminta,
Kalau cinta sungguh berharga, dia tidak memaksa
Senyumanmu adalah harapanku, bahagiamu ialah segalaku
Meskipun senyumanmu dan bahagiamu tanpa diriku”

“Kata orang cinta itu buta
Namun mengapa aku tetap bisa memandangi keindahanmu
Kata orang cinta tidak ada logika
Tapi mengapa pikiranku teratur menyimpan senyum mu
Kata orang cinta itu menyakitkan
Tetapi mengapa aku masih bertahan”

“Kamu dan aku akan menyusuri jalan berliku
Kerikil tajam sakiti kedua kaki ku
Angin dingin menusuk tubuhmu
Akankah kita berhenti sampai disini
Ataukah saling melengkapi
Dimana aku ciptakan kehangatan api
Dan kau menyemat kain menjadi alas kaki”

“Tuhan izinkan aku berteriak
Karena kau berikanku
Keberhasilan mutlak
Bulan purnama
Terimalah kemenanganku
Yang aku persembahkan hanya untukmu
Aku percaya ini bukan hebatku
Tapi karena pertolongan dari tuhanku
Tuhan kita”

“Jangan tanyakan siapa aku
Karena aku akan selalu
Menjadi seorang yang memujamu
Laki-laki mencintaimu
Apapun rasamu saat ini
Aku tidak perduli
Karena rasaku yang besar ini
Sudah teruji”

“Cinta yang paling menyakitkan
Ialah cinta tanpa restu
Ingin bersama
Namun tak boleh bersatu
Tuhan
Tolong bukakan jalanmu
Berikan kesempatan untuku
Karena pada saat engkau membuka pintu untuk kami
Tidak ada seorangpun yang mampu menghalangi”

“Kebersamaan ini indah
Tidak akan pernah
Aku biarkan bidadariku pergi
Takkan kubiarkan
Bulan purnama terganti
Andai waktu tak tersekat
Kan ku biarkan
Keindahan ini terus terlihat”

“mencitaimu adalah pilihan
Di cintai olehmu aku anggap anugerah
Menyakitimu kujaga dengan segenap upaya
Disakiti olehmu aku terima semampu raga”
“Ibarat burung merpati
Cintaku terbang tinggi
Karena
Burung merpati mengerti
Sejauh apapun pergi
Pasti akan kembali
Tapi kini
Cintaku bagai sebatang kayu
Yang terbakar tanpa ampun
Begitu gelap hitam
Tidak mampu kembali menjadi pulih”

“Perempuan itu
Bernama wulandari
Bulan purnama artinya
Bahkan bidadari
Pesonanya
Membawa warna indah dalam pandanganku
Senyumannya
Menyerap udara di sekelilingku”

Posting Komentar untuk "Puisi Roman Picisan Tentang Cinta"