Puisi Teman

Puisi Teman

Source : titikdua.net

Puisi berikut ini adalah puisi teman. Harus kamu akui bahwa dalam hal apa pun, kamu butuh seseorang. Banyak hal yang tidak bisa kamu kerjakan sendirian. Kamu butuh teman, kamu butuh seorang rekan.

Puisi tentang sahabat ini, akan mengingatkan dirimu, bahwa kamu pernah dan akan selalu membutuhkan seorang teman, berterima kasihlah kepadanya.

Tentang Aku dan Kamu, Kawan

Kawan,
Taukah kamu berapa lama masa yang kita lewati bersama?
Aku tak ingin tau,
Karena kamu selamanya bagiku.
Bersamamu,
Tangisku kan terurai menjadi tawa
Dukaku kan terpecah menjadi bahagia
Dan air mata yang terlanjur jatuh….
Takkan berubah menjadi nestapa
Denganmu, kepenatanku tergilas sirna

Terkadang di satu waktu,
Prasangka pernah menjauhkanmu dariku
Tapi sungguh kawan,
Amarah takkan bisa bertahan lama dikalbuku
Kusadari aku terikat jauh ke dalam hatimu

Ingatkah kawan,
Kita pernah duduk bersama
Melukis langit dengan impian
Tentang aku, kamu dan kehidupan.

(By: Febi “bee”)


Teman Terhebat

Teman…
kau bagaikan obat yang menyembuhkan setiap lukaku
yang selalu membuatku tersenyum dan bahagia.

Teman…
kau seperti pahlawan yang hebat
kau seperti rumah yang melindungiku.

Terima kasih oh teman terhebat
pertemanan kita tak mungkin kulupa untuk selama lamanya
karena kenangan itu adalah suatu anugerah dari Tuhan yang maha kuasa.

I love u friend
i miss u friend
kita best friend forever.

(By: Asidik Al Jafar)


Sebentar Lagi Kawan

Sebentar lagi kawan
Sebentar lagi… Bersabarlah
Langkah akan menuju titik perhentian tujuan
Perjalanan akan berakhir indah.

Kita tak perlu berfikir dan merencanakan bagaimana akhirnya nanti
Kita hanya perlu menjalaninya dengan ikhlas
Mungkin ada air mata, tapi yang pasti bukan air mata duka
Bahkan hewan-hewan pun ada masanya untuk hijrah.

Sebentar lagi kawan
Sebentar lagi… Bersabarlah
Perjalanan kita sedang meniti untuk sampai
Perjalanan akan berakhir indah.

Sejak awal berjalan pun semua kita lalui dengan indah
Berbagai macam kisah telah terukir di sana
Penghentian terakhir barulah kita bisa mengenang semua dalam kenangan
Dalam peristirahatan nanti kita akan tersenyum-senyum mengingat semuanya dalam temaram sang bulan.

Sebentar lagi kawan
Sebentar lagi… Bersabarlah
Perjalanan akan berakhir indah
Dan kita akan menyaksikan seperti apa tunas-tunas yang akan tumbuh.

Sebentar lagi kawan
Sebentar lagi… Bersabarlah
Perjalanan akan berakhir indah
Maka tersenyumlah, meski pun ada air mata.

(By: Abidin Hanif)


Bahasa Langit

Gumpalan awan di langit biru
Bercerita kisah kita
Saat deras hujan bagai air mata
Dan cerah mentari jadi wajah kita

Warna pelangi di langit biru
Hanya jadi saksi bisu
Saksi kisah perjalananku denganmu
Saat perbedaan jadi keindahan

Langit pun berbahasa
Dan bersenandung ria
Lantunkan lagu rindu antara engkau dan aku
Oh sahabat…

Langit pun berbahasa
Tanda bersuka cita
Sambut esok di mana kita kan slalu bersama
Selamanya…

Dan dengarlah, dengarlah selalu
Itulah semua tentang kita,
cerita bahasa langit.

(By: Hanifah Nadya Kartika)