Sejumlah Unsur yang Terkandung dalam Sebuah Puisi

Sejumlah Unsur yang Terkandung dalam Sebuah Puisi

Source : gramedia.com

Dalam membuat sebuah puisi, terdapat sejumlah unsur yang membentuknya. Unsur puisi tersebut terdiri dari struktur batin dan struktur fisik.

1. Struktur fisik puisi

Struktur fisik puisi adalah sebuah unsur puisi yang dapat dilihat dan diamati secara langsung menggunakan indra penglihatan. Kemudian beberapa struktur dalam fisik puisi ini diantaranya seperti diksi, majas, citraan atau imaji, tipografi, kata konkret, dan rima.

  • Diksi merupakan pemilihan kata yang dibuat oleh seorang penyair dalam membuat efek yang sesuai dengan keinginannya. Hal ini dikarenakan pemilihan diksi memiliki pengaruh dan makna yang besar dari seorang penyair.
  • Majas adalah penggunaan bahasa dengan cara menggambarkan sesuatu sesuai konotasi khusus. Sehingga, sebuah kalimat dari majas tersebut memiliki banyak makna.
  • Citraan atau imaji merupakan sebuah pemberi gambaran kepada para pembaca atau pendengar seakan-akan mereka bisa melihat, mendengar, merasakan, sekaligus mengalami hal-hal yang terdapat pada sebuah puisi tersebut. Kemudian citraan sendiri terdiri dari 6 macam diantaranya adalah citraan pendengaran, penglihatan, penciuman, perabaan, perasaan, dan pergerakan.
  • Tipografi adalah bentuk format dari sebuah puisi. Diantaranya seperti pengaturan baris, batas tepi kertas kanan, kiri, atas, bawah, dan jenis huruf yang digunakan. Kemudian unsur tipografi ini memiliki pengaruh pada pemaknaan dari isi puisi tersebut.
  • Kata konkret adalah sebuah susunan kata yang memungkinkan akan terjadinya imaki. Sebab, kata konkret tersebut seperti permata senja yang menggambakan sebuah pantai, atau tempat yang sesuai dengan datangnya senja.
  • Rima merupakan sebuah persamaan bunyi yang terdapat dalam penyampaian puisi. Biasanya rima disebut dengan irama puisi.

Rima sendiri terdapat beberapa bentuk, diantaranya ada Onomatope, sebuah tiruan bunyi. Kemudian ada bentuk intern pola bunyi, yaitu aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan masih banyak lagi. Lalu ada pengulangan kata, yakni sebuah penentuan tinggi dan rendah, panjang dan pendek, keras dan lemah dari suatu bunyi.


2. Struktur batin puisi

Setelah struktur fisik puisi, kini ada struktur batin puisi. Struktur ini merupakan unsur dari pembangunan puisi yang berupa makna dan tidak terlihat oleh mata. Seperti misalnya pada tema, nada, suasana, perasaan, dan amanat atau tujuan.

  • Tema atau makna merupakan sebuah unsur yang berupa makna yang tersirat dalam sebuah puisi yang ingin disampaikan oleh penyair kepada pendengar atau pembaca.
  • Nada merupakan sikap penyair terhadap para pendengarnya, hal ini berkesinambungan dengan makna dan rasa. Dari nada yang keluar, para pendengar bisa menyimpulkan sikap penulis seperti tengah menggurui, mendikte, memandang rendah, atau sikap yang lain.
  • Perasaan adalah sebuah hal yang dilatari oleh latar belakang penulis. Seperti contohnya adalah pada pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, dan pengalaman sosial.
  • Amanat merupakan sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada para pendengarnya.


Bagaimana Cara Membuat Puisi ?

Banyak yang beranggapan bahwa membuat puisi adalah hal yang sulit. Padahal, sebenarnya membuat puisi cukup mudah. Seperti contohnya ketika mendapat tugas membuat puisi kemerdekaan anak SD.

Selain itu, mudahnya membuat puisi tersebut dikarenakan pembuatannya menjadi salah satu bentuk ekspresi pengarangnya. Sebab, penulis dengan bebas bisa mengeluarkan apa yang saja dipikirkan dan dirasakan. Kemudian penulis menuangkan segalanya dalam bentuk puisi.

Namun hanya saja, dalam membuat puisi harus membuat siapapun yang mendengar atau membaca bisa terkesan dan terdengar menarik. Sehingga, penulis harus membuat dan merangkai kata-kata yang baik dengan kreasi kalimat yang berimajinasi.

Sehingga, hal tersebut menimbulkan munculnya sebuah ide dan kemudian tertuang dalam sebuah karya yang lahir dari seorang pengarang. Namun dalam sebuah proses yang kreatif tersebut, pengarang harus membuat puisi melalui berbagai tahapan. Di antara tahapan tersebut adalah tahap persiapan, tahap inkubasi, tahap imulasi, dan tahap verifikasi.

Pada tahap persiapan, penulis tengah mencari gambaran atau ide sebagai sumber tulisan. Setelah mendapat ide tersebut, kemudian penulis memasuki tahap inkubasi, yakni mengendapkan idenya tersebut untuk direnungkan dan memulai sedikit demi sedikit penyusunan.