So Sweet! Kumpulan Puisi tentang Rindu yang Membuat Hati Meleleh

So Sweet! Kumpulan Puisi tentang Rindu yang Membuat Hati Meleleh

Source : popbela.com
 

Salam

Salam-salam kukirimkan dari sudut kota, 
Untukmu, pria berwajah dingin namun menghangatkan 
Aku titip salam untuk mamamu, 
Agar mengingatkanmu makan teratur 
Dan jangan terlalu larut dalam perkemahan 
Nanti kamu rindu aku, 
Senja di penghujung hari 
Jaga dirimu baik-baik.

—Farah Alk.

Masa yang Ditetapkan

Masa seolah-olah telah berakhir, 
Aku tahu akhirnya, 
Aku duduk pada masa yang telah dilalui, 
Melaluinya dengan merindui masa yang sudah berlalu, 
Untuk menghargainya berjumpa dengan orang yang paling aku sayang, 
Akan merinduinya di persimpangan masa saat jalan sendirian.

—Zainab Baudin

Unsplash.com/Yoann Boyer
 

Rindu Bukan Milikmu Saja

Rindu bukan milikmu saja 
Pejamlah, lihat yang lesat dari mataku 
Mencerabut denyut hati tanpa permisi 
Menarik kata dari puisi 
Hampir-hampir kehilangan arti 
Dalam ketidakrelaan ketiadaanm

Membilang detik-detik hampa 
Mengukur waktu kian berdebu 
Masih dengan rindu yang sama 
Setiap yang kutemui merupa dirimu 
Impian utuh memanggil dari jauh 
Melambai tanpa angin labuh 
Tersangkut di ujung doa

—Praminto Nugroho

 

Kerinduan

Aku titipkan rinduku kepada angin yang berhembus 
Yang berlahan menyelusuri malam yang syahdu 
Dan kuberharap kau merasakan rinduku

—Tri Astuti

Unsplash.com/Zeynep Emecikli
 
 

Menunggu Pulang

Pulanglah sayang 
Hati yang mencintamu menunggumu 
Bagaimana harus kujelaskan rasanya terbelenggu rindu

Jangan tersesat sayang 
Cinta akan membawamu pulang 
Tidaklah hatimu merasa sendirian 
Selalu ada rindu bersamamu

Hari-hari tanpamu 
Separuh aku lepas 
Memburumu kian kemari 
Hingga negeri-negeri jauh 
Beri aku kabar indah dari bukit-bukit Luzern 
Atau burung-burung kota Milan yang menghampirimu 
Rindu kita akan terus bersanding

—Praminto Nugroho

Unsplash.com/Chad Madden
 

Percakapan Malam

Hujan yang mengguyur sesaat, 
Menyisakan genangan dalam keheningan 
Duduk di depan serambi depan, 
Katanya memecah kesunyian.

Tapi biarlah sunyi, 
Biarlah kujaga malam ini. 
Aku ingin sendiri, 
Menuliskanmu seperti ini. 
Mengusir rindu yang menghujani hati 
Meski di luar hujan telah terhenti.

Sudahlah, hujan seperti takdir, 
Tak mungkin kembali ke langit lagi. 
Dan aku terdiam 

—Danny Faldy

 
 

Rindu

Hari sudah berganti lagi 
Mendungku masih seperti kemarin 
Seperti saat kau tinggal aku sendiri 
Tanpa kata pisah kasih 
Kurindu langit cerah 
Burung-burung terbang di antaranya 
Lalu kita menyaksikan 
Di bawah pohon cinta berakar kepolosan 
Sayang hari-hari baru membawa kita 
Dewasa dalam kenaifan dunia 
Tak lagi kulihat ketulusan 
Hanya alasan-alasan nafsu saja 
Kau dan aku tak lagi kita

—Irham Handin

Unsplash.com/Liana Mikah
 

Tak Pernah Usai

Padamu selalu ada kerinduan 
Yang menyisa pada sepenggal senja 
Dan aku mulai gelisah 
Tersebab tak ingin malam cepat menyapa

Padamu selalu ada khayalan 
Di saat aku meraba bayangmu 
Hingga aku kehilangan 
Sebelum dapat memelukmu

Padamu selalu ada cerita 
Ketika jemari saling bertaut 
Dan hati saling menyanjung 
Padamu tak pernah ada kata usai 

—Danny Faldy