Lima Puisi Tentang Cinta Karya Kahlil Gibran

Lima Puisi Tentang Cinta Karya Kahlil Gibran

Source : tagar.id

1. Ku Ingin Tahu Siapa

Dia yang memikat hati

Entah bagaimana caranya

Aku bisa tergoda

Ku curi-curi waktuku

Tuk mengusik hatinya

Banyak cara kucoba

Demi untuk mendapatkan hatinya

Mungkin kau tahu

Tuk mendapatkan nya

Tuhan tolonglah aku

Ingin kumenangkan hatinya tuk miliki

Jika mungkin kutahu apa yang bisa menaklukannya

Belah dadaku tuk butikan cintaku

Mungkin enggkau tahu aku cinta dia

Ingin ku menangkan hatinya tuk kumiliki


2. Cinta: Kesatuan

Suatu hari engkau bertanya kepadaku,

manakah yang lebih penting bagimu

hidupku atau hidupmu?

Aku berkata, hidupku

lalu engkau pergi tinggalkan aku,

Tanpa kau tahu

Engkaulah sejatinya hidupku itu


3. Jatuh Cinta Padamu

Mempesonanya kamu

Menyungging senyummu

Menghiasi raut wajahmu

Mendiamkan detak jantungku

Mataku jadi pencuri senyummu

Yang menghantam jantungku

Bingung tak menentu

Dengan kehadiranmu

Mungkinkah menerimaku

Kutakut kehilanganmu

Bila kau tahu perasaanku

Yang jatuh cinta padamu


4. Hapus Air Matamu

Hapus air matamu

Aku tak ingin kau menangis lagi sayang

Yakin kan hati

Diriku tak akan memilih meninggalkanmu

Sekian waktu bersama

Tak bisa menepis kenyataan

Kita berbeda jalani keyakinan

Tapi kau yang kuinginkan dari segalanya

Setiap rinduku hanya memanggilmu

Ku yakin kaupun mengerti

Ku tak ingin menanggalkan hati

Yang telah satu untuk dirimu

Sayangku dengarkan aku

Takmungkin ku melepasmu

Kan kupertahankan Kau cinta aku

Dan semua air matamu kan berarti dihidupku

Bawalah cintaku bersamamu

Karena ku tetap miliku selamanya

Dan menikahlah denganku

Bahagialah sampai batas waktu tak terhenti

Ku hanya ingin kau jadi istriku

untukmu satu cinta dihati


5. Lagu Ombak

Pantai yang perkasa adalah kekasihku,

Dan aku adalah kekasihnya,

Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,

Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.

Kupergi padanya dengan cepat

Lalu berpisah dengan berat hati.

Membisikkan selamat tinggal berulang kali.

Aku segera bergerak diam-diam

Dari balik kebiruan cakrawala

Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku

Ke pangkuan keemasan pasirnya

Dan kami berpadu dalam adunan terindah.

Aku lepaskan kehausannya

Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya

Dia melembutkankan suaraku dan mereda gelora di dada.

Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cinta

di telinganya, dan dia memelukku penuh damba

Di terik siang kunyanyikan dia lagu harapan

Diiringi kucupan-kucupan kasih sayang

Gerakku pantas diwarnai kebimbangan

Sedangkan dia tetap sabar dan tenang.

Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan

Kala air pasang kami saling memeluk

Kala surut aku berlutut menjamah kakinya

Memanjatkan doa

Seribu sayang, aku selalu berjaga sendiri

Menyusut kekuatanku.

Tetapi aku pemuja cinta,

Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa,

Mungkin kelelahan akan menimpaku,

Namun tiada aku bakal binasa. []

(Christine Sheptiany)