54 Puisi Rindu Kekasih, Sahabat, Mantan, Pacar, Ayah, Ibu #5

54 Puisi Rindu Kekasih, Sahabat, Mantan, Pacar, Ayah, Ibu #5

Source : kozio.com

 

Puisi Rindu Pada Kekasih

 

Merelakanmu

Aku selalu ingin menjadi alasan dibalik senyummu,
Menjadi nama yang mengisi ruang hatimu,
Menjadi sandaran saat kau dilanda kesedihan,
Dan menjadi rindu yang menemanimu sepanjang waktu.

Dalam diam aku mencintaimu,
Ada tumpukan rindu dalam beku heningku,
Kepadamu yang kini menganggapku telah tiada,

Dalam diam aku merelakanmu,
Saat ku sadari hatimu bukan lagi untuk’ku.
Tak mengapa jika bersamanya kau bahagia

Dalam diam aku merelakanmu,
Jika aku tak bisa memiliki ragamu,
Setidaknya aku masih bisa memeluk bayanganmu.

***

Tuk Kau Temukan

Dalam diam aku merindukanmu,
Mendoakanmu dalam diam dari kejauhan.
Tak peduli sebuah pengakuan,
Jika dengan melihat senyummu bahagia kudapatkan.

Kamu adalah pelangi teindah yang pernah kujumpai,
Meskipun mungkin aku bukan menjadi bagian dari keindahan yang ada di dalamnya.
Tapi bagaimana aku bisa melupakanmu,
Jika kudapati rindu saat kulihat senyummu.

Pada akhirnya,
Entah kecewa atau bahagia, biar tuhan yang kan tunjukan jalannya.
Berharap suatu hari nanti, bisa kau dengar doa dari lirihnya hati.
Doa dari hati yang terus menunggu dan tak pernah lelah tuk kau temukan.

***

Rindu yang tersimpan

Kusimpan rasa rindu ini dipertapa’an hati.
Hanya untukmu wanita yang sangat ku cintai.
Kepadamu yang selalu ada dalam ingatanku.
Selalu tentang dirimu yang menghias malam-malam panjangku.

Meski kata rindu ini tak mampu terucap langsung.
Saat penantian ini seolah tak berujung.
Tak peduli seberapa jauh jarak yang harus di tempuh.
Selamanya rasa rindu kan tetap utuh.

Tak peduli seberapa banyaknya air hujan.
Tak kan pernah mampu menandingi rasa rindu yang tersimpan.

***

Dengan senyuman

Saat gelap menghampiri.
Aku terbaring seorang diri.
Tanpa kekasih hati yang menemani.
Rasa rindu datang menghampiri.

Angan-angan mulai melayang.
Sebingkai wajah selalu terbayang.
Saat kekasih hati tak kunjung datang.
Tuk melengkapi rasa yang hilang.

Rasa sepi kian menjerat.
Rasa rindu kian tersesat.
Kutitip salam dalam doa’ku.
Labuhkanlah rindu’ku di dermaga hatimu.

Menantimu dengan sekeping harap.
Demi janji yang sempat terucap.
Menunggu cintamu kembali pulang dan menetap.
Selalu rindu ini kan ku simpan.
Menantimu dengan sebuah senyuman.

***

Rindu dalam diam

Aku merindukanmu dengan senyuman.
Dengan sejuta kenangan yang masih tersimpan.
Kenangan yang terlalu indah tuk di lupakan.
Kenangan yang terlalu manis tuk di hapuskan.

Meski rindu tak mampu terucapkan.
Kepadamu yang tak mungkin tergantikan.
Cukup hanya aku yang tau.
Aku merindukanmu dalam diamku.

Walau sekian waktu terus bergulir.
Rasa itu masih terukir.
Selama masih ada kenangan tentang kita.
Rindu itu kan tetap terjaga.
Tuk mempersatukan dua rasa yang telah lama tak saling menyapa.

***

Menunggu pelangi

Desir angin saling berbisik.
Rasa rindu makin terusik.
Ditengah cuaca yang gersang.
Menanti rinai hujan yang tak kunjung datang.
Menunggu pelangi yang tak kunjung pulang.

Begitu hampa, Bagaikan raga tanpa jiwa.
Bagaikan pelangi yang kehilangan cahayanya.
Tanpa daya, tanpa rasa.
Saat pelangi tak kunjung menampakan rupanya.

Kemana rinai hujan yang kutunggu.
Kemana pelangi yang ku rindu.
Kemanakah kan kulabuhkan hatiku.
Jika pelangi yang kutunggu tak kunjung menyapaku.
Menyambut asa yang hampir sirna.

***

Syair Rinduku

Hembusan angin malam mengusik kehampaan
Membawa suasana jiwa yang merana
Ingin ku ungkap semua
Perihnya hati saat merindukannya

Begitu lelah mata ini terasa
Namun begitu sulit pula untuk ku pejam
Dan setiap kali kucoba untuk meemejamkannya
Setiap itu pula selalu muncul bayangnya

Kenapa selalu seperti ini kasih..
Kau selalu datang menggodaku dalam kehampaan
Menjadikan rindu ini semakin membara..
Membawaku dalam jiwa yang merana

Kasih..
Tidakkah kamu tau akan perasaan ini
Selalu resah dan gelisah hati ini
Membuat cemburuku semakin menjadi…

***