Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Puisi Pendek tentang Pendidikan, Kehidupan, Ibu, Guru #1

Contoh Puisi Pendek tentang Pendidikan, Kehidupan, Ibu, Guru #1

Source : komentarmu.com


Puisi Pendek Cinta
Contoh Puisi Cinta
Ada ratusan bahkan ribuan contoh puisi pendek cinta yang diciptakan oleh penyair untuk mengungkapkan perasaan dan menyatakan cinta mereka ke dalam karya sastra puisi. Perasaan senang, bahagia, sedih, lara, dan duka cita mereka sampaikan dengan penuh cinta walau tak semua tentang hal-hal menyenangkan. Karena cinta tidak semata-mata tentang senang dan bahagia, kadang akan ada bagian sedih, lara hingga duka. Simak beberapa contoh puisi pendek cinta dibawah ini.
Bangku Di Teras Rumahku

Di kala senja melebur mengelabu
Di kala matahari sangat lelah dan tak mau lagi duduk berbincang
Kelebatan malam tidak lagi memberikan ultimatum ketakutan
Hingga jendela pun tertutup tidak membuatku turut masuk
Kursi di teras teramat nyaman jika kamu disebelahnya

Rasa sakit teramat berat hingga saat matahari masih ingin terduduk aku telah beranjak
Mencoba mengeringkan luka dan berusaha merajut kembali
Tidak ada kau dan matahari, aku masih berlama di sana
Berteriak di dalam kerinduan
Pada jiwa yang telah pergi


***

Menyerah

Aku harus menyerah
Sudah kucoba untuk bertahan namun tak kuasa
Aku harus menyerah
Besar harapanku untuk bertahan namun hati tak bisa lagi menerima

Aku harus menyerah
Rasa sakit ini sudah terlalu parah hingga membuat hatiku pecah bergelimang darah
Dan perasaanku terporak-poranda

Aku harus menyerah
Kan kututup semua lembar kisah mimpi indah hidup ini
Cukup sudah sampai disini, aku menyerah.

****

Sembahyang Rindu

Bahkan ombak pun menolak membawa rinduku padamu

Bersama angin kusembahyangkan diri
Mentakbirkan daun dan rumput
Melambai jauh padamu
Gelora doa dizikir ombak
Mentasbihkan pasir-pasir
Menghampar sepanjang waktu

Kini baru kutahu
Rindu bertahun kuwirid di angin malam
Belum sampai padamu
Seperti ombak pulang balik ke tepian
Hanya deru zikirku yang lantang
Seperti pekik pungguk memanggil bulan
Tangisku mengeris lengang
Menunggu kau datang

Seperti menangkap bayang
Di pancaran cahayamu yang cerlang Oleh:  Nuryana Asmaudi SA

***

 
Aku Kehilangan Parasmu

Lovina
Ya, kita pernah singgah ke pantai ini
Sesudah kau kecup bibirku di sanur dan kuta
Saat matahari berdiri di alis matamuPara bule yang berjemur memandangi kita
Seperti ingin menerbangkan busur
Ke angkasa: kuta mengikatkan cinta

Tapi di tukad cebol kembali terlunta
Seakan adam dan hawa berburu cinta
Di bukit rahma bertemu pula
Aku kehilangan parasmu
Namamu tak mampu kuterjemahkan Oleh: Isbedy Stiawan ZS

***

Sepi

Tersebab
Tak mungkin bisa bersama
Maka aku selalu menuliskan syair hati
Dimana kehidupan dunia bisa diatur sesuai mauku
Lantas kau dan aku menjadi kita

Hanya bisa memanggil ingatan untuk mengusir kesunyian
Tapi ia datang tak pernah sendirian
Selalu beserta kerinduan

Terbayang suatu hari tangan kita terkait
Terlelap bersama dibawah saku langit
Sepi ini selalu menghantarkanku padamu


***

Aku Mencintaimu

Aku mampu bernarasi
Aku mampu berimaji
Aku juga mampu berpuisi
Menuangkan segala kata hati
Padamu aku mencintai

Luasnya benua, tak seluas harapanku
Indahnya senja sama indahnya dengan puisiku
Aku lumpuh jika aku kehilangan
Kehilangan segala lurusan bait juga kehilangan cinta sepertimu

***

Hancur

Seperti pisau tajam yang menusuk hati
tak pernah bisa dilepas lagi
menusuk sampai nurani
tempat aku bingkai indah namamu

Aku hanyalah serpihan puing yang rapuh
ingin aku ceritakan kehancuran ini
tapi, kau seolah tak peduli
tak mampu kusatukan lagi kepingan hati

***

Zona Pertemanan

Aku ingat pertama kali melihatmu
Kau masuk ke hidupku tanpa permisi
Berputar bagai gasing di dalam pikiranku
Entah kau milik siapa

Kau tulus untuk selalu datang menyapa setiap hari
Aku saja yang menolak
dan lebih memilih menatap ke arah lain Oleh: Fiersa Besari

***

Catatan Kelam

Ruang perawatan adalah lebih baik
Lebih sempurna ketimbang harus sehat berjalan wajar
Lebih indah untuk sekedar pendar cahaya bulan
Pada waktu di mana semua harus mendapat ultimatum untuk terus berjalan
Tanpa arti jarak yang telah tertempuh

Bila kau pergi sesaat setelah aku ada pada waktu
Untuk apa senyum penyambutannya
Bila tangisan tak bisa kau bendung pergi
Sesaat setelah semua di mulai, ini telah usai
Cerita kita bergegas berakhir

****

Puisi Pendek Persahabatan
Contoh Puisi Sahabat
Sahabat adalah teman dekat yang terkadang statusnya bisa menjadi bagian keluarga atau di lain hal bisa menjadi pengganti pacar namun tetap dalam batasan pertemanan. Kesetiaan seorang sahabat belum tentu sebanding dengan kesetiakawanan seorang teman. Untuk mengungkapkan hal tersebut, ada berbagai contoh puisi pendek persahabatan yang menarik dan mengharukan untuk menghargai persahabatan kalian. Berikut diantaranya,


 
Sahabat di Kala Hujan

Terimakasih teman,
Di tengah orang-orang yang berseragam,
Di tengah awan yang mulai gelap
Dan hujan memenuhi suara yang masuk ke telingaku
Ketakutanku mulai memuncak
Nuraniku menggigil
Tapi kau membawakanku sebuah handuk
Kau adalah pelangi
Walaupun kau datang terlalu awal

***

Rindu Sahabat

Di kala malam datang
Di saat itulah aku selalu merindukanmu
Kamu yang dulu selalu bersamaku
Kini kau telah jauh di negeri orang
Kita terpisahkan oleh jarak yang begitu jauh.

Andai kau tau
Aku di sini selalu merindumu
Aku rindu pada sosok dirimu yang begitu ceria
Entah gimana keadaanmu sekarang.

Bagaikan Sepasang Sandal Jepit

Mungkin kita selalu diinjak-injak,
Atau bahkan kita selalu terlihat kotor
Bahkan kita tak pernah berada di atas
Tapi kita selalu berjalan bersama
Tak ada aku, kau tak guna
Tak ada kau, aku tak guna
Inilah persahabatan kita
Tak peduli dengan apa kata orang tentang kita
Yang terpenting,
Kita bermanfaat bagi mereka

***

Bintang untuk Sahabat

Malam nan suci dan sepi,
Menarikku untuk keluar dari rumah.
Kupandangi Langit malam.
Ternyata bertaburkan Bintang yang tak terhitung jumlahnya.

Andaikan ku seorang bidadari,
Kuterbangkan diriku dan sahabatku ke langit ketujuh.

Kuraih sebuah bintang terindah,
dan kupersembahkan untuk sahabatku yang selalu menemaniku. Oleh: Siti Halimah

Di Koridor Sekolah

Apa kabar Kau yang di sana?
Tahukah kamu,
Aku selalu tak percaya dengan semua ini
Setiap pulang sekolah aku selalu di sini
Karena di tempat ini,
Di koridor sekolah kita selalu bersama,
Bermain, dan tertawa
Meskipun ragamu entah ke mana
Dan jiwamu telah melayang
Tapi dalam hati dan pikiranku masih ada kau, teman

***

Motivator Sejati

Sang sahabat utusan Tuhan
Ajakan dan nasihat yang kau beri
Jadikannya sosok yang berarti
Guna dewasaku di masa depan

Motivator sejati…
Kau beri penataran ciptakan solusi
dari perangkap kehidupan yang membelenggu pemikiran
jadikan diri ini seputih melati
Semangat motivasi yang tak pernah berhenti
Dari pengalaman yang kau beri
Ikhlas dan tulus arahanmu
Tuk raih tujuan hidupku

Motivator sejati…
Janganlah kau pergi
Dari kehidupanku ini
Tinggalkan ku sendiri
Urai muslihat berduri
Dalam sepinya ide yang kumiliki.

***

Penghianatan Sahabat

Kau hadir
Dalam suka dan dukaku
Di kala sedih kau ada
Di kala ku suka
kau juga ada
Kau adalah sahabatku

Dulu…

Secercah tawamu yang indah
Selalu menggelitik jiwaku untuk tersenyum
Tapi kini
Semua telah berubah
Hitam tak jadi putih kembali

Selama ini…

Kutahu benar sifatmu
Tapi kukeliru bahkan, bahkan aku tahu sifat aslimu
Tlah dibuat akan mata ini
Rasanya tak akan dapat kubedakan
Mana kebaikan asli dan palsu
Kau tusuk aku dari belakang
Kau beberkan kejelekanku
Kau hiasi kebausukanmu dengan basa-basimu
Sungguh aku tak sangka
Kau balas persahabatan ini dengan itu
Mungki itu arti sahabat bagimu. Oleh: Luh Putu Metta Sari

***

Menangislah Sobat

Tak bisa ungkap dengan kata apapun
Ini memang sangat membosankan
Ini begitu melelahkan
Bahkan, ini sangat menjengkelkan
Tubuh seakan beku dalam bongkahan es
Membeku tidak tahu kapan akan mencair

Yaa… itu benar sobat
Itu semua seperti sorot lampu panggung tanpa penonton
Menerangi tubuh di dalam kegelapan
Terdiam bisu tanpa senyum dan air mata
Ini sangat menyedihkan..
Namun.. ingatlah sobat..
Kau tidak sendiri
Kau tidak berdiri sendiri di kegelapan itu

Teteskanlah air matamu jika hatimu merasa terisak
Berteriaklah sepuasmu jika hatimu memanas
Karena itu akan membuatmu lebih baik
Percayalah teman Oleh:  Maulida

***

Puisi-puisi Doa untuk Sahabat

Tuhan terimakasih…
Kau hadirkan dia jadi sahabatku…
Sehingga tampak jelas arahku ke mana aku menuju…
Tuhan terimakasih….Kau hadirkan dia jadi terangku…
Sehingga tampak jelas jalanku kemana aku ayunkan langkahku…
Berikanlah dia sinar cahaya-Mu tambahkan cantiknya
Berikanlah dia suara-Mu tambahkan akal dan bijaknya
Berikanlah dia kekayaan-Mu tambahkan rezekinya
Berikanlah dia jalan-Mu bukakan jodohnya
Berikanlah dia nafas-Mu panjangkan umurnya
Dia yang semalam tersenyum dalam mimpiku.

****

Puisi Pendek Ibu
Contoh Puisi Ibu
Seseorang yang menggantungkan nyawanya untuk melahirkan kita ke dunia adalah orang paling berjasa bersamaan dengan ayah kita pula. Sosok yang lembut, sopan, dan penyabar serta selalu ada saat kita jatuh namun tak semua ibu ada di saat kita diatas. Bahkan beliau memilih untuk tetap ada di belakang, tak ingin pasang dada. Sikapnya yang rendah hati dan selalu mengalah demi anak-anaknya. Betapa berjasanya sosok seorang Ibu, bahkan pepatah mengatakan bahwa “surga ada dibawah telapak kaki Ibu”, tidak hanya surga saat kelak kita telah mati namun surga duniawi pula. Berikut beberapa contoh puisi pendek tentang sosok Ibu.

Dia Ibuku

Kala itu purnama sempurna
Benderang cahayanya menyinari samudera
Kala itu seorang wanita menderita
Teriakkannya mengguncangkan
nusantara

Demi buah cinta yang terindah
Dia meradang,, dia mengerang dengan bangganya
Wahai dunia tau kah engkau
Siapa wanita yang terhebat itu
Dia….Ibuku

***

Posting Komentar untuk "Contoh Puisi Pendek tentang Pendidikan, Kehidupan, Ibu, Guru #1"