Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Puisi Pendek tentang Pendidikan, Kehidupan, Ibu, Guru #2

Contoh Puisi Pendek tentang Pendidikan, Kehidupan, Ibu, Guru #2

Source : komentarmu.com


Bunda dalam Cahaya

Dia wanita bernama cahaya
Hatinya memancar
Tergurat dalam doa-doa
Tangan kecilnya mengantar kami
di gerbang cahaya

Dia berjalan dengan cinta
Dia berjalan menerjang luka
Bahkan dia menempuh tanpa
batas rasa

Dialah Ibu dari segala cahaya
Ibu dari semua luka kami
Ibu dari jejak yang terukir
dalam tinta sejarah Oleh Romadona

***

Untuk Ibu

Saat azan berkumandang
Memanggil sekalian umat
Tenang alunan nada suara imam
Melontarkan alunan mengingatkan insan pada pecipta

Perlahan-lahan suara memasuki telinga
Seolah tak ingin menyingung rasa
Tenang seolah tidak terjadi apa-apa
Dokter cina menyusun kata dengan senyuman indah
Namun saat kata-kata tersusun di minda
Nyata ucapannya menusuk masuk ke jiwa
Tanpa di pinta air

***

Dari Anakmu di Tanah Rantau

Salah besar,
Kalo yang dibahagiain mati-matian sosok pacar
Orang yang terbilang baru kita kenal ketimbang Ibu
Orang yang baru kita cintai ketimbang Ibu
Orang yang bisa  jadi esok, akan mengecewakan kita

Kekasihmu selalu kau bilang cinta dan sayang
Di rumah, Ibumu perlu cinta dan sayang pula
Ahh.. Untung beliau yang paling mengerti tidak pernah marah atau bahkan sampai cemburu menguras hati dengan dia sang kekasih

Kasihnya Ibu
Cintanya Ibu
Sayangnya Ibu
Engga ada ujung finishnya
Beliau takkan lelah sedikitpun mengurusimu
Beliau takkan jenuh mendengar celotehmu
Bahkan, Beliau akan lakukan sesuatu apapun untuk kebahagian kita

Meski senyumnya harus selalu mengumpat dari rasa letihnya
Gurat keriputnya menjadi saksi tulus kebaikannya tanpa kepura-puraan

Sungguh, aku malu
Saat diri ini lupa mengabarinya barang seminggu sekali
Sibuk mengurusi hal lain, kesibukan yang lain
Yang padahal ada sosok tangguh yang mengkhawatirkan keadaanku
Tetap sehat selalu yaa Ibu
Jaga Pola makanmu
Aku rindu, dengan senyum tanpa kepalsuan seperti yang kadang orang lain lakukan untukku
Aku rindu Ibu

***

Tangisan Air Mata Bunda

Dalam senyummu kau sembunyikan lelahmu
Derita siang dan malam menimpamu
Tak sedetik pun menghentikan caramu
Untuk bisa memberi harapan baru bagiku

Seonggok cacian selalu menghampirimu
Secerah hinaan tak perduli bagimu
Selalu kau teruskan cara untuk masa depanku
Mencari harapan baru kembali bagi anakmu

Bukan gundukan emas berlian yang kau inginkan
Bukan ikatan duit yang kau mau
Bukan juga sebatang perunggu di dalam kemenanganku
Tapi permohonan hatimu untuk bisa membuatku bahagia

Dan yang selalu kau ucapkan padaku
Aku sungguh menyayangimu sekarang dan hingga kelak nanti
Aku sungguh menyayangimu anakku, bersama dengan ketulusan hati ku. Oleh Monika Sebentina

***

Orang Tua Istimewa

Aku senang!
Banyak sekali manusia
Tapi kalian adalah yang istimewa
Kalian menjaga ku dengan ikhlas dan penuh kasih sayang

Ibu,
Kau adalah malaikat tak bersayap
Yang Tuhan turunkan untuk menjaga ku
Yang selalu ada dalam hatiku

Ayah,
Kau adalah sosok orang yang tegas
Kau susah payah bekerja,
Untuk mencukupi kebutuhan keluarga
Kau juga ada di dalam hatiku

***

Doaku Bersamamu

Ibu,
Kau adalah cerminku
Kata-katamu menggema di telingaku
Kau bagai sinar rindu
Tak pernah terganti
Kau hanya satu Bu

Aku tak pernah berpikir
Bagaimana caraku berjalan
Bagaimana caraku tersenyum
Aku adalah kau Ibu

Impianku terwujud karenamu
Harapanku kau lukis dan kau ikat
dengan simpul kasih
Aku begitu kuat karenamu

Ibu,
Kau memberiku jalan
Kini kuberikan jalan untukmu
Menuju surga
Karena semua ajaranmu
Karena semua cintamu

***

Aku Terlambat

Ketika aku kecil
Aku masih di pangkuanmu
Aku tak paham saat itu
Apa saja yang kau tuturkan
Apa saja yang kau lakukan padaku

Aku tak paham saat itu
Bagaimana pengorbananmu
Kau selalu mengajariku kebenaran
Hingga aku dewasa kini

Dan kini aku sadar
Tapi sayangnya, kau sudah tak ada
Aku merindukanmu Bu,

***

Ada Engkau Ibu

Ada Engkau Ibu
Dalam gigil yang mengikis

Ada Engkau
Mendekap hangat hati
Dalam tangis meringis
Engkau datang menghapus perih
Kala sepi merajai

Ada Engkau membersamai
Engkau suguhkan cinta
Meski hatimu sengsara
Ada tawa yang selalu
Mekar di wajahmu

Ada kasih lewat belaianmu
Aku percaya
Dan aku bahagia
Karena ada Engkau Ibu

***

Ibu

Ku tau ibu
Kau sembunyikan letihmu dalam senyummu
Derita maam dan siang selalu menghampirimu
Tak sedikitpun terhenti langkahmu
Tuk bisa memberi harapan baru bagiku
Kadang cacian pun menghampirimu
Kadang pula hinaan melintasi jalanmu
Namun, kau tak pedulikan itu
Bahkan kau terus melangkahkan kakimu
Demi tuk masa depan anakmu

Ku tau ibu
Bukanlah setumpuk emas yang kau harap dariku
Bukan tumpukan uang yang kau minta dalam hasilku
Bukan pula sebatang perunggu dalam kemenangan ku
Namun, keinginan hatimu kebahagianku

Kau selalu berkata padaku
Tentang nasehat, pesan, dan rasa sayangmu
Akupun begitu ibu
Aku bisa apa untukmu
Doalah yang selalu kupanjatkan untukmu


****

Contoh Puisi Pendek Tentang Guru
Contoh Puisi Guru
Pahlawan tanpa tanda jasa, begitulah kiranya sosok guru dapat kita gambarkan. Jika kita renungkan, gurulah yang menciptakan, dokter, guru yang menciptakan pilot, insinyur, profesor, pejabat, petani, peternak, bahkan presiden. Betapa berjasanya guru bagi kita semua. Berikut beberapa contoh puisi pendek yang ditujukan untuk mengapresiasi jasa-jasa dari guru kita selama hidup.

Guruku
Kau adalah sumber ilmu ku
Kaulah pembimbingku
Kaulah yang mendidikku
Dengan sabar dan tulus

Guruku
Sungguh besar jasamu
Kau yang tak pernah bosan
Dalam mengajar dan membimbingku
Engkau pahlawan tanpa tanda jasa
Guruku

Terima kasih
Atas segala jasa-jasa
Dan engkau pahlawanku Oleh: Amelia Prishanty

***

Bersamamu, Guruku
Ketika aku menatap langit
Tingginya takkan dapat kuraih berjinjit
Tapi tatkala aku menatapnya bersamamu, guruku
Aku dapat menggapai cita setinggi itu
Ketika aku memandang samudera
Hamparan luasnya takkan bisa kupeluk di dada
Tapi tatkala aku memandangnya bersamamu, guruku

Aku bisa merangkul mimpi seluas itu
Ketika aku melihat gunung
Beratnya takkan mampu kupikul di punggung
Tapi tatkala aku melihatnya bersamamu, guruku
Aku mampu mengangkat ilmu seberat itu

Berkatmu. Kumantap, kumemandang, kumelihat sisi lain dunia
Tuk mengubahnya menjadi bekal kehidupan
Maka setinggi langit, seluas samudera dan seberat gunung
Terhatur terima kasih untukmu, guruku. Oleh: Yoga Permana Wijaya

***

Pahlawan yang Terlupakan
Cermatilah sajak sederhana ini, kawan
Sajak yang terkisah dari sosok sederhana pula
Sosok yang terkadang terlupakan
Sosok yang sering tak dianggap

Ialah pahlawan yang tak ingin disebut pahlawan
Terka-lah kiranya siapa pahlawan ini
Ingatlah lagi kiranya apa jasanya

Ucap, sabar dan kata hati menjadi senjatanya
Keberhasilanmu kawan, itulah jasanya
Cerdasmu dan cerdasku itu pula jasanya
Bukan ia yang diharap menang
Namun suksesmu dan suksesmulah menangnya

Dapatkah kiranya jawab siapa pahlawan ini
Karenanyalah kudapat tulis sajak ini
Karenanyalah kau dapat baca sajak ini
Juluknya ialah pahlawan tanpa tanda jasa

Mungkin telah teringat olehmu kawan
Mungkin telah kau terka jawabnya
Ialah pahlawan dan orang tua kedua
Ialah guru, sang pahlawan yang terlupakan. Oleh: Ahmad Muslim Mabrur Umar

****

Contoh Puisi Pendek Pahlawan
Contoh Puisi Pahlawan
Pahlawan sangat diidentikan dengan peperangan, darah, dan senjata. Memang benar, karena pahlawan adalah orang-orang yang berani. Berani mempertaruhkan nyawanya untuk hal yang mereka anggap sebagai kebenaran. Namun kini sebutan pahlawan tidak hanya beliau yang sudah berpulang karena memperjuangkan kemerdekaan, pahlawan juga kini identik dengan berbagai profesi-profesi lainnya di masyarakat. Simak beberapa contoh puisi pendek tentang pahlawan berikut ini.

Tanah ini Darah Kita
Aku tak ingin melihat bangsaku tersungkur
Kalah oleh waktu
Aku tak ingin melihat bangsaku tenggelam
Oleh kehancuran dari penjajah

Tekad setinggi langit
Untuk tanah air ini
Mereka berkorban
Percaya diri penjajah pun mulai menyusut

***

Pahlawanku
Pahlawanku
Bagaimana Ku bisa
Membalas Jasa-jasamu
Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi

Haruskah aku turun ke medan perang
Haruskah aku mandi berlumuran darah
Haruskah aku tersusuk pisau belati penjajah
Aku tak tahu cara untuk membalas jasa-jasamu

Engkau relakan nyawamu
Demi suatu kemerdekaan yang mungkin
Tak bisa kau raih dengan tanganmu sendiri
Pahlawanku engkaulah bunga bangsa Oleh: Rezha Hidayat

***

Pengorbanan
Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan jauh entah kemana
Bagaikan pungguk merindukan bulan
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan

Pagi yang menjadi malam
Bulan yang menjadi tahun
Sekian lama telah menanti
Dirinya tak jua lepas

Andai aku sang Ksatria
Aku pasti menyelamatkanya
Namun semua hanya mimpi
Dirinyalah yang harus berusaha
Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi Oleh: NN

****

Contoh Puisi Pendek Pendidikan

Tak ada rasanya hal yang lebih penting dari pendidikan. Karena pendidikan orang lahir menjadi manusia hebat, terdidik, dan cerdas. Pendidikan bukan hanya urusan sekolah formal, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga perguruan tinggi. Pendidikan adalah proses yang berjalan sepanjang hidup yang mana sangat melekat dengan istilah belajar. Berikut beberapa contoh puisi pendek bertemakan pendidikan.

****

Pena
Pena
Kuikat ilmu dengannya
Kutulis kisah sejarah bersamanya

Pena
Kugapai cita cita dengannya
Tak lupa teriring doa dan usaha
Sebagai wujud penghambaanku pada sang Pencipta

Pena
Bersamanya, kutulis cerita cinta berbau surga
Agar manusia tak terjebak pada dunia yang fana
Tak jelas asalnya, tak jelas pula hasilnya

Pena
Simbol peradaban dari zaman purba ke zaman aksara
Di mana manusia tak lagi menghambakan diri pada mitos yang tak jelas asalnya

Pena
Dengannya, hidup manusia menjadi mulia
Lantaran mencari ilmu untuk kesejahteraan dunia Oleh: Ade Lanuari Abdan Syakuro

***

Lentera Pendidikan
Langkah kaki menapaki jalan
Tak tahu arah tujuan
Bagai hidup tak berpedoman
Seperti hidup dilanda kebodohan

Hidup tanpa ilmu
Bagai rumah tak berlampu
Gelap bagai abu
Seperti bayangan yang semu

Pada siapa ku bertanya
Tentang arti hidup yang sebenarnya
Ketika ilmu tak kupunya
Pendidikanlah yang menjadi jalannya

Cahaya di tengah kegelapan
Menerangi setiap kehidupan
Menumpas segala kebodohan
Yang merusak masa depan

Semangat dalam meraih asa
Tak pernah lelah dan putus asa
Berdoa pada Sang Kuasa
Sebagai generasi penerus bangsa Oleh: Putri Tarisa Dewi

***

Taman Ilmu
Musim kemarau panas berkepanjangan
Musim penghujan hujan berdatangan
Itulah hebatnya dirimu

Panas hujan tetap untuk kau berdiri
Kau hanya tumpukan bata merah

Tulang mu hanya dari besi

Seindah dirimu namamu sama
Seburuk bentukmu tidak kurangi gunamu
Kaulah taman kehidupan
Tempat tertanam berjuta ilmu

Bunga merekah terlahir darimu
Hiruk pikuk pendidikan tertelan olehmu
Tanpamu semua tampak bodoh

Alangkah indahnya
Jika dirimu berdiri dimana-mana
Tanpa ada beda di desa dan kota

Sayangnya kau bukan manusia
Kakimu tertanam di bumi
Tak bisa jalan kemana-mana Oleh: Nur Wachid

****

Contoh Puisi Pendek Kemerdekaan

Merdeka bukan hanya tentang lepas dari jajahan para penjajah. Merdeka adalah sebuah fase disaat kita mampu untuk lepas segala musuh dalam diri. Sangat sederhana, namun belum banyak orang mampu melakukannya. Menjadi orang yang mandiri, adalah satu contoh menjadi manusia yang merdeka. Berikut beberapa contoh puisi tentang kemerdekaan.

****

Satu Kata, “Merdeka”
Hingga detik ini ribuan darah telah tertumpah
Hingga detik ini ribuan nyawa telah melayang
Hingga detik ini ribuan belulang telah berserakan
Sebuah harga yang harus dibayar
Demi terwujudnya kemerdekaan bangsa
Semi terwujudnya satu kata
Merdeka

Detik ini bangsa kita telah merdeka
Detik ini Indonesia telah merdeka
Bangsa besar telah lahir
Terwujud dengan semangat para pejuang
Yang terbayarkan dengan tetesan darah dan air mata
Serta jiwa-jiwa yang terkorbankan
Demi satu kata
Merdeka

Tak terhitung jiwa gugur di medan pertempuran
Darah segarmu merasuk ke dalam sela-sela tanah air
Dengan bangga jenazahmu tersenyum
Menyaksikan kemenangan yang tak pernah kau nikmati
Semua demi satu kata
Merdeka

***

Terbanglah Indonesia
Terbanglah Indonesia
Terbang ke langit bebas
Gapai bintang hingga jauh melambung
Tunjukkan pada dunia merah putihmu

Terbanglah Indonesia
Takkan ada yang bisa mengikatmu
Juga mengurungmu
Kita bukan jangkrik di dalam kotak
Kita bebas merdeka

Terbanglah indonesia
Terbanglah kemana kau ingin terbang
Lihatlah kemana kau ingin lihat
Cintailah apa yang kau ingini
Kebebasan bersandar di raga kita
Karena kita merdeka

Terbanglah Indonesia
Dunia harus tahu Indonesia bangsa yang hebat
Bangsa yang menghargai perdamaian
Namun takkan diam saat mereka merenggut kebebasan kami
Takkan kita biarkan hak kita di injak-injak

Terbanglah Indonesia
Di ujung samudera kedamaian kita memuncah
Berdiri di atas gunung
Kita jaga laut kita-kita jaga bumi kita
Takkan kita biarkan Indonesia hancur kembali
Karena Indonesia sudah merdeka di tahun empat lima Oleh: Rayhandi

***

Posting Komentar untuk "Contoh Puisi Pendek tentang Pendidikan, Kehidupan, Ibu, Guru #2"