Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Puisi Pendek tentang Pendidikan, Kehidupan, Ibu, Guru #3

Contoh Puisi Pendek tentang Pendidikan, Kehidupan, Ibu, Guru #3

Source : komentarmu.com



Aku Bisa
Aku tak lelah
Aku hanya butuh dorongan
Aku tak menyerah
Aku yakin Aku bisa
Ini bukan sebuah beban

Tapi tantangan
Pengalaman membuatku berani
Berani hadapi tantangan
Tak boleh takut gagal

Karena setelah kegagalan akan ada kesuksesan
Kegagalan adalah pembelajaran menuju sukses
Aku yakin
Aku pasti bisa

****

Contoh Puisi Pendek Tentang Alam

Alam yang begitu kaya akan keanekaragaman hayati tak luput dari jangkauan karya sastra puisi. Penyair tak henti-hentinya memberi rasa kagum dengan setiap bait-bait puisi mereka. Tidak hanya tentang keindahan alam, kondisi alam yang kini semakin hari semakin memprihatinkan juga tak luput dengan kritik yang disampaikan dari setiap bait-bait puisi. Berikut beberapa contoh puisi pendek tentang alam yang dapat kalian simak di bawah ini.

***

Indonesiaku
Betapa indahnya Ngeriku
Laut berombak-ombak
Awan berarak-arak
Udara segar betiup-tiup

Aku berdiri di atas gunung
Berdiri di bawah langit
Untuk melihat keindahan Indonesiaku

Aku mempertaruhkan nyawa
Bertahan diri di atas gunung
Demi melihat keindahan alam
Keindahan ciptaan Tuhan

***

Menghijaulah Negeriku
Oh negeriku
Aku senantiasa menanti secercah harapan
Melihat tanah air ini tumbuh hijau
Meski ia semakin tua

Oh negeriku
Aku melihatmu semakin usang
Yang tergerai dengan dentuman-dentuman industri
Engkau pun terlihat semakin meredup

Oh negeriku
Kapankah kau akan kembali menghijau
Dengan anginnya yang sepoi-sepoi
Aku ingin menghabiskan sisa-sisa umurku
Tuk melihat kau tersenyum kembali

***

Pegunungan Hijau
Menjulang tinggi, hijau dan kaku
Dan kabut selalu membungkusmu
Serta awan selalu menyelimutimu
Itulah kamu, oh gunungku

Tak ada satupun yang membatasimu
Termasuk hijan yang tidak sekalipun menggerusmu
Tetap kokoh dan membisu
Itulah kamu, oh gunungku

Kala burung bernyanyi menyambut pagi
Embun pagi berkilau tersirat sang mentari
Pohon-pohon bergoyang seakan menari
Memberi harapan dan impian yang tinggi

Ini adalah puisi gunung
Puisi tentang pegunungan
Pegunungan yang hijau dan indah Oleh: Poltak. B

***

Desaku
Sawah mulai menguning
Mentari menyambut datangnya pagi
Ayam berkokok bersahutan
Petani bersiap hendak ke sawah

Padi yang hijau
Siap untuk dipanen
Petani bersuka ria
Beramai-ramai memotong padi

Gemericik air sungai
Begitu beningnya
bagaikan zambrud khatulistiwa
Itulah alam desaku yang permai

***

Lautan yang Indah dan Tenang
Lautan yang indah dan tenang
Terlihat ikan yang sedang berhurau riang
Di balik terumbu karang yang tampak kokoh
Bersama tanaman laut yang bergerak indah Manusia yang melihat itu sangat terpesona
Ikan ikan berenang dengan ceria
Air laut tampak tenang dan tidak bergelombang
Suasana lautan sangat dan dan tenang Oleh: Rini Sita

***

Alamku Telah Rusak
Dulu jernih sungaiku
Kini kotor sudah
Dulu tinggi pohon-pohonanku
Kini habis sudah
Dulu cantik karangku
Kini buruk sudah

Kini sudah rusak alamku
Karena tangan manusia
Karena nafkah, lupa akan alam
Bagaimana dengan cucuku?
Egous merenggut kita semua Maafkan kami, Tuhan
Damainya alam yang kau titipkan
Kini rusak

***

Tanah Airku
Angin berdesir dipantai
Burung berkicau dengan merdu
Embun pagi membasahi rumput-rumput

Itulah tanah airku
Sawahnya menghijau
Gunungnya tinggi menjulang
Rakyat aman dan makmur

Indonesiaku
Tanah tumpah darahku
Jaga dan rawatlah selalu
Disanalah aku dilahirkan dan dibesarkan
Disanalah aku menutup mata

Oh….. tanah airku tercinta
Indonesia jaya….. Oleh: Haris Rahmat Nugraha

***

Pesisir Pantai
Ketika di pinggir pantai
Aku mencoba pejamkan mata
Melepaskan segala lelah dan beban yang ada
Berbaring di bentangan butiran pasir
dan dihias dengan cangkang-cangkang kerang yang cantik

Sapuan ombak yang menghempas pasir amat indah dilihat
Nelayan tengah menjaring ikan, menambah bagus pemandangan
pantai saat ini

***

Rembulan dan Mentari
Waktu hari siang
Aku selalu ingat kepada mentari
Tetapi pada waktu malam datang
Aku selalu ingat pada kawannya, rembulan

Di antara keduanya bekerja saling melengkapi dalam rentang dua waktu ini
mentari tak sedikit pun lelah menerangi
Ia selalu curahkan cahayanya waktu siang hari
Sementara si rembulan selalu menyinari malam panjangku
Oh rembulan
Oh mentari

***

Dari Bentangan Langit
Dari bentangan langit yang semu
Ia, kemarau itu, datang kepadamu
Tumbuh perlahan, berhembus amat panjang
Menyapu lautan, menyapu hutan

Mengekal tanah berbongkahan
Datang kepadamu, Ia, kemarau itu dari Tuhan,
yang senantiasa diam dari tangan-Nya.
Dari tangan yang dingin dan tak menyapayang senyap.
Yang tak menoleh barang sekejap.


****

Contoh Puisi Pendek Kehidupan

Semakin bertambahnya usia, semakin pelik masalah-masalah kehidupan yang setiap orang temui. Terlepas mereka lahir di kalangan bawah, menengah, atau kalangan atas, masalah kehidupan akan selalu ada. Inilah sebabnya mengapa manusia diberikan kelebihan sebuah pemikiran sehingga mampu menyelesaikan persoalan kehidupan yang kadang semakin hari semakin pelik. Namun belajar dari setiap pengalaman akan mampu membantu kita menghadapi permasalahan kehidupan di kemudian hari. Puisi pun hadir sebagai karya yang memberi peringatan, memberi petuah, dan pesan-pesan nilai kehidupan yang luhur agar manusia tetap merasa hidup. Simak berbagai contoh puisi pendek kehidupan di bawah ini.

****

Dalam Bis
Langit di kaca jendela
Bergoyang terarah
Ke mana wajah di kaca jendela
yang dahulu juga
Mengecil dalam pesona

Sebermula adalah kata
Baru perjalanan dari kota ke kota
Demikian cepat
Kita pun terperanjat
Waktu henti ia tiada Oleh: Sapardi

Hidup Butuh Perjuangan
Jangan sangka, kehidupan selalu bahagia
Jangan difikir, hidup hanya enak-enak saja
Jika kau berfikir hanya sampai itu saja
Maka, kau perlu melihat luasnya dunia

Banyak orang yang ingin menjatuhkan
Tutur katanya yang menyakitkan
Sehingga tak jarang membuat hidup berantakan
Itulah hidup, butuh sebuah perjuangan

Jangan sampai kau merasa terlena
Dengan kehidupan yang fana
Suatu ketika akan datang sebuah luka
Dan kau harus pasang kuda-kuda

Hidup butuh perjuangan
Dimana kau tak hanya bisa berpangku tangan
Namun harus berani dalam mengambil keputusan
Jika kau benar, kau akan bertemu kesuksesan
Sehingga kehidupan mu akan lebih nyaman

***

Derita
Tak tahu sampai kapan
Jalan yang ku tempuh ini sampai di ujung

Lelah.. Aku merasa lelah
Dengan jalan yang aku tapaki
Mungkin memang harus ku kemudikan dengan baik
Agar sampai di tujuan sesuai keinginan
Tapi, bisa kah diri ku?
Bisakah kemudi itu berkolaborasi dengan pikiran ku ini?
Bisakah dia membawaku ke arah yang benar?

Tuhan..
Ada kah seseorang yang Kau siapkan untuk ku
Untuk bersama menopang beban yang ku pikul ini
Agar mau ku bagi kesedihan ku
Mau ku bagi derita ku

Tak tahu apa lagi yang bisa ku lakukan
Aku
Wanita yang penuh dosa
Yang berharap Kau mau menunjukkan
Kuasa-Mu itu untuk ku
Oleh : Sarah Andriani Saputri

Pahitnya Hidup
Pahit getirnya hidup telah banyak kulalui
Dalam setiap hembusan nafas dan deraian air mata
Semua itu telah melukiskan luka
Dalam satu ruang di hati

Kecewa, sakit, menahan setiap luka
Goresan itu telah melukai batin yang sudah cukup tersiksa ini
Dan semakin lama membuatku semakin sakit dan sakit
Kini, Semangatku telah patah Oleh: Yani

***

Kertas Putih
Hadirmu bagai kertas putih tanpa tinta
Hadirmu membawa senyum makna bahagia
Engkau datang dengan jeritan Ibumu
Dan kau datang dengan awal tangismu

Namun, waktu tak berpihak padamu
Jerit ibumu menjadi duka
Tangismu telah tiada
Engkau pun pergi begitu saja

Kini, bahagia telah menjadi duka
Senyum merah muda telah tiada
Hadirmu hanya sementara
Engkau sosok kertas putih tanpa tinta Oleh : Diah Ariati Prasetia Putri

***

Cahaya Bintang
Ku terjebak dalam kekacauan dunia ini
Ku tatap indahnya malam hari
Terdapat satu bintang yang jauh dari kumpulannya
Tetapi,sinarnya seterang cahaya Sang Surya

Apakah ia bersedih karena dunia ini?
Apakah ia tidak bisa menggapai keinginannya?
Kenapa dia hanya sendiri di ujung sana?
Apakah tidak ada yang mengharapkan dia?

Aku akan berharap pada bintang itu
Aku akan menjadikan bintang kecil itu
Sebagai ladang impian
Dan ladang impian semua orang

Tanpa adanya ragu
Aku mulai membentangkan sayap kecilku
Aku mulai membagikan keinginanku
Agar ia sadar bahwa ia tidak sendiri di dunia ini

Aku akan percaya
Inilah jalan kehidupan yang ku ambil
Inilah jalan kehidupan yang ku pilih
Keyakinan ini tak akan lagi tergoyahkan

Kegagalan yang aku hadapi selama ini
Kesulitan yang menghampiriku saat ini
Kini telah kembali perlahan menjadi setitik cahaya
Cahaya yang akan selalu bersinar terang
Meski hanya seorang diri di dunia ini Oleh: Kharisma Intan Agipratiwi

***

Harapan Dalam Sebuah Hidup
Jika kau harap ingin memiliki banyak harta
Maka perbanyaklah dalam bekerja
Jika kau harap ingin memiliki tahta
Maka pandailah dalam bergaul dengan manusia
Jika kau harap memiliki rumah yang megah
Maka kau harus berusaha tanpa kenal lelah

Namun, sejatinya harapan hidup bukan itu
Semua yang kau pinta hanya sebuah angan semu
Yang ketika kau mati, tak perlu itu
Janganlah kau terlena dalam sebuah nafsu
Keinginan dunia yang menuntun mu itu palsu,
Harapan kehidupan yang sesungguhnya adalah berusaha di jalan-Nya

Mintalah sebuah ketenangan dalam hati dan jiwa
Bukan harta atau pun tingginya sebuah tahta
Harapan yang baik, untuk kelak ketika tutup usia
Dan janganlah kau lupa
Bahwa dunia hanya sementara
Sejatinya kehidupan nyata adalah di alam yang berbeda

***

Perjalanan
Wanita malam jadi kenangan
Dalam suatu perjalanan
Bola matanya indah menggoda
Memberi rayuan tentang kemesraan

Sungguh murah kau tawarkan
Ternyata cukup uang recehan
Cuma sekedar untuk membeli jajanan

Pernah sesekali aku tanyakan
Mengapa tak kau tinggalkan hal demikian
Sebab itu kesia-siaan

Tak salah memang kau katakan
Kalau itu saling menguntungkan
Tetapi ada pihak yang dirugikan
Ibumu yang melahirkan

Posting Komentar untuk "Contoh Puisi Pendek tentang Pendidikan, Kehidupan, Ibu, Guru #3"