Kumpulan Puisi Tema Ibu yang Menyentuh Hati

Kumpulan Puisi Tema Ibu yang Menyentuh Hati

Source : tribunnews.com

1. Tujuan Kita Satu Ibu - Wiji Thukul


Kutundukkan kepalaku,

bersama rakyatmu yang berkabung

bagimu yang bertahan di hutan

dan terbunuh di gunung

di timur sana

di hati rakyatmu,

tersebut namamu selalu

di hatiku

aku penyair mendirikan tugu

meneruskan pekik salammu

"a luta continua."


Kutundukkan kepalaku

kepadamu kawan yang dijebloskan

ke penjara negara

hormatku untuk kalian

sangat dalam

karena kalian lolos dan lulus ujian

ujian pertama yang mengguncangkan


Kutundukkan kepalaku

kepadamu ibu-bu

hukum yang bisu

telah merampas hak anakmu


Tapi bukan hanya anakmu ibu

yang diburu dianiaya difitnah

dan diadili di pengadilan yang tidak adil ini

karena itu aku pun anakmu

karena aku ditindas

sama seperti anakmu


Kita tidak sendirian

kita satu jalan

tujuan kita satu ibu: pembebasan!


Kutundukkan kepalaku

kepada semua kalian para korban

sebab hanya kepadamu kepalaku tunduk


Kepada penindas

tak pernah aku membungkuk

aku selalu tegak.



2. Ibu - Kahlil Gibran


Ibu adalah segalanya, dialah penghibur di dalam kesedihan.

Pemberi harapan di dalam penderitaan, dan pemberi kekuatan di dalam kelemahan.


Dialah sumber cinta, belas kasihan, simpati dan pengampunan.

Manusia yang kehilangan ibunya bererti kehilangan jiwa sejati yang memberi berkat dan menjaganya tanpa henti.


Segala sesuatu di alam ini melukiskan tentang susuk ibu.

Matahari adalah ibu dari planet bumi yang memberikan makanannya dengan pancaran panasnya.


Matahari tak pernah meninggalkan alam semesta pada malam hari sampai matahari meminta bumi untuk tidur sejenak di dalam nyanyian lautan dan siulan burung-burung dan anak-anak sungai.


Dan Bumi ini adalah ibu dari pepohonan dan bunga-bunga menjadi ibu yang baik bagi buah-buahan dan biji-bijian.

Ibu sebagai pembentuk dasar dari seluruh kewujudan dan adalah roh kekal, penuh dengan keindahan dan cinta.



3. Ibu - Chairil Anwar


Pernah aku ditegur

Katanya untuk kebaikan

Pernah aku dimarah

Katanya membaiki kelemahan

Pernah aku diminta membantu

Katanya supaya aku pandai


Ibu…..


Pernah aku merajuk

Katanya aku manja

Pernah aku melawan

Katanya aku degil

Pernah aku menangis

Katanya aku lemah


Ibu…..


Setiap kali aku tersilap

Dia hukum aku dengan nasihat

Setiap kali aku kecewa

Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat

Setiap kali aku dalam kesakitan

Dia obati dengan penawar dan semangat

Dan Bila aku mencapai kejayaan

Dia kata bersyukurlah pada Tuhan


Namun…..

Tidak pernah aku lihat air mata dukamu

Mengalir di pipimu

Begitu kuatnya dirimu….


Ibu….


Aku sayang padamu…..

Tuhanku….

Aku bermohon padaMu

Sejahterakanlah dia

Selamanya…..



4. Ibu - K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus)


Ibu, koulah gua berteduh

tempatku bertapa bersamamu

sekian lama


Koulah kawah

dari mana aku meluncur

dengan perkasa


Koulah bumi

yang tergelar lembut bagiku

melepas lelah dan nestapa


gunung yg menjaga mimpiku

siang dan malam


mata air yg tak pernah berhenti mengalir

membasahi dahagaku


telaga tempat bermain

berenang dan menyelam


Koulah ibu, laut dan langit

yg menjaga lurus horisonku


Koulah ibu, mentari dan rembulan

yg mengawal perjalananku

mencari jejak sorga

di telapak kakimu


Tuhan, aku bersaksi

ibuku telah melaksanakan amanatMu

menyampaikan kasih sayangMu

maka kasihanilah ibuku

seperti Kou mengasihi kekasih – kekasihMu.



5. Ibu - D. Zamawi Imron


kalau aku merantau lalu datang musim kemarau

sumur-sumur kering, daunpun gugur bersama reranting

hanya mata air airmatamu, ibu, yang tetap lancar mengalir


bila aku merantau

sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku

di hati ada mayang siwalan memutikkan sarisari kerinduan

lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar


ibu adalah gua pertapaanku

dan ibulah yang meletakkan aku di sini

saat bunga kembang meyemerbak bau sayang

ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi

aku mengangguk meskipun kurang mengerti


bila kasihmu ibarat samudera

sempit lautan teduh

tempatku mandi, mencuci lumut pada diri

tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh

lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku

kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan

namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu

lantaran aku tahu

engkau ibu dan aku anakmu