Kumpulan Sajak – Reyhan F. Fajarihza #1

Kumpulan Sajak – Reyhan F. Fajarihza #1

Source : reyhanfajarihza.wordpress.com


tanya di setiap pagi

JUNI 17, 2021

malam berganti pagi, remang bulan digantikan matahari. darah masih mengalir dalam nadi, namun semangat tak berdetak lagi. akankah selamanya begini? akankah semuanya terasa berhenti? kabut selalu menyambut, tapi nyala nyawa telungkup dalam selimut. kepala berputar dalam kemelut, dengan segala risau yang tak kunjung surut. di mana titik terang berada? kapan hadirnya sampai di depan mata? sudah lama jiwa terlena dalam tipu daya, tidur panjang dibuai kenikmatan sementara. sayup terdengar suara pintu diketuk, pada pagi yang tak seharusnya diiringi kantuk. haruskah bangun membukanya? atau cukup dengan menutup telinga?

Juni 2021


RUMAH IV

MEI 26, 2021

sudah seratus hari

pijak tanah kami hindari;

menyibak peluang berdiri

sejajar dengan matahari.

nyatanya kami tak

sejengkalpun beranjak

dari mimpi—semerbak

khayal masih terhirup sesak.

kadangkala kami berpikir:

rumah adalah titik nadir,

di mana sunyi beradu getir

dengan nalar yang tersihir.

namun, pada akhirnya,

dari sanalah awal dunia;

tatkala duka dan bahagia

tak jadi hal yang sia-sia.

Mei 2021


PESAN DARI PERPISAHAN PANJANG

APRIL 24, 2021

dunia adalah lumbung masalah, keluhmu

dan tak semua takdir bersikap ramah.

“yang tenteram hanya genggammu,”

ujarmu tenang alirkan debar.

degup jantungku pernah terpaku

sebagai tempatmu bersandar.

garis hidup tak selalu lurus, kesahmu

dan kita tak pernah tahu arah.

“bagaimana jika semua tak baik-baik saja?”

tanyamu dengungkan gentar.

kecamuk risauku mengemuka

lambat laun jelmakan tegar.

satu-satu  memori melintas, sadarku

dan pedih rindu kembali merekah.

“tetaplah menyemai tenteram,”

pesanmu tancapkan pancang.

dari dingin tempatmu bersemayam

terdengar salam perpisahan panjang

Maret 2021


LAMUNAN KETERASINGAN

APRIL 24, 2021

Dingin fajar mengurai sunyi

Berlari mengitari jalanan sesak

Di jeram kota bergedung tinggi

Terkurung batin meringkuk terisak

“Apa kabar Bapak di ladang?”

tanya Tuan kepada awan mendung

“Sehatkah Emak sekarang?”

rindunya kian tak terbendung

Kendati rumah mengandung tenang,

Asa terbentang di kota orang

Keterasingan merawi cerita,

Beriring derita dan air mata

“Pak, tawamu kala itu renyah sekali,”

lamun Tuan mengenang perbincangan

“Mak, aku ingin memelukmu sekali lagi,”

bisiknya lirih menafikan kenyataan.

Maret 2021

,


"----"

APRIL 24, 2021

selamat: ialah pupuk

yang dirabuk Abah

dua kali pada denyut

akar Salma Salima.

agaknya pupuk itu mengelat

mujarab, sebab lahirnya

tak hanya selamat;

pun batinnya juga piawai

mengolah hari berat;

dan pikirnya terasah

berderap melesat—

lampaui bilangan

sekat-sekat muslihat.

selamat: ialah sececah

risalah, percik riang

napas panjang

wanita yang

bersahaja.

April 2021

;


"----"

APRIL 18, 2021

betapa buruknya malam meletus di pikiran pandir yang merancap imaji dalam kepala kosongnya. betapa buruknya malam meletus memorakporandakan ingatan lugu dari belantika sekolah rendah yang pandir tak sadar membangun fondasinya menancapkan tiang-tiang penyangganya menata atap di atasnya membangun dinding lengkap dengan pagarnya untuk menjadi tempat teduh dari dunia yang sukar dicerna jalannya dan tiba-tiba rasa terasa terbakar menjelma abu yang sempurna lalu hadir kembali akibat Seseorang memadamkan api dengan dingin air tenang dari belantika yang sama. betapa buruknya.

April 2021



MANTRA PEREDAM MIMPI

APRIL 13, 2021

“kelak harus bisa menjadi…”

belenggu permenungan diri

“kelak harus bisa menjadi…”

redam gemerlap mimpi

“kelak harus bisa menjadi…”

“kelak harus bisa menjadi…”

“kelak harus bisa menjadi…”

kelak harus bisa menjadi diri sendiri.

April 2021



TUHAN ASINGKAN KAMI

MARET 31, 2021

dari cemar berakar kekar

manakala gelepar jerat telah menjalar

tolong pantik sinar jalan keluar

Maret 2021



satu per satu

MARET 28, 2021

satu per satu beban menghunjam

di antara gamang akan yang suram

dan janji takdir yang tenteram

satu per satu sahabat bertolak

menjemput angan di seberang petak

…atau menambal hati yang retak

satu per satu rindu menderu

memutar alunan riang di masa lalu

kala kejamnya waktu membuai lugu

Maret 2021



RUMAH KEBENCIAN

FEBRUARI 26, 2021

pembenci benci kebencian

beristri pembenci yang

mengandung benci dan

beranak pembenci yang

mewariskan benci

babi.

Februari 2021



CINTA YANG PAYAH

FEBRUARI 20, 2021

akulah cinta yang buta muasal,

datangku terseret roda berputar

mencumbu waktu yang melekat pada aspal

akulah cinta, lantang mengetuk pintu alam sadar,

memegang kendali alam mimpi

datang dan pergi kuiringi

hingga yang benar tetap kembali

akulah cinta yang mengajukan tanya,

mengapa?

hadirku merangkai  tiada dan ada

salah dan benar

tidak dan iya

akulah cinta, lugas memisah harap dan nyata,

tak mekar akibat memar

pergiku  larut dalam air tenang,

entah semalam, entah sewindu

akulah cinta yang terikat syarat

membentang dalam sekat-sekat

menguap menghujan sepanjang alir hayat

Februari 2021